JAKARTA, Infozone – Bareskrim Polri berhasil mengamankan Frans Antoni, DPO prioritas jaringan narkotika internasional Fredy Pratama. Tersangka ditangkap di KBRI Kuala Lumpur Malaysia, Kamis 18/6/2026, sebelum dipulangkan ke Indonesia Jumat 19/6/2026 via Bandara Soetta.
Frans diduga “otak keuangan” sindikat Fredy Pratama. Selama 2017-2023 ia bolak-balik Indonesia-Thailand 168x bawa uang hasil narkoba minimal Rp1 miliar per trip.
Frans Antoni masuk DPO Bareskrim sejak 12 November 2023 dengan Nomor DPO/B15-97/XI/2023/DITTIPIDNARKOBA. Ia diamankan Tim Delegasi Polri di Kedutaan Besar RI Kuala Lumpur, Malaysia.
Pemulangan ke Jakarta dilakukan Jumat 19/6/2026 pakai SPLP/Surat Perjalanan Laksana Paspor karena masuk Malaysia secara ilegal.
Setibanya di Terminal 3 Soekarno-Hatta, Frans langsung diperiksa intensif penyidik Bareskrim.
Kadivhumas Polri Johnny Eddizon Isir menyebut Frans bukan “kurir biasa”. Ia pegang 3 peran penting di jaringan Fredy Pratama:
1. Pengendali keuangan sindikat narkoba internasional
2. Pengatur operasional lapangan
3. Penghubung jaringan internasional
“Penangkapannya langkah strategis bongkar struktur organisasi dan aliran dana sindikat narkotika internasional,” ujar Johnny, Sabtu 20/6/2026.
Hasil penyidikan 2017-2023, Frans diduga lakukan pengangkutan uang hasil narkoba Indonesia-Thailand sebanyak 168 kali perjalanan.
Modusnya: Dana disamarkan lewat money changer Indonesia, dikonversi ke pecahan 1000 Dolar Singapura, lalu dibawa keluar negeri. Minimal Rp1 miliar per trip.
Penyidik juga temukan Frans terima setoran tunai 1.200.000 Dolar Singapura dari Kosnadi Irwan alias Uncle. 3 rekening BCA atas nama adiknya Steven Antoni diduga jadi “rekening penampungan” dana haram.
Fokus pemeriksaan sekarang: telusuri aliran dana, petakan jaringan pendukung, dan kejar Fredy Pratama yang masih buron + masuk daftar Red Notice Interpol.
“Polri komitmen tindak tegas pelaku narkotika termasuk pencucian uang. Kami kejar Fredy Pratama sampai ke akar,” tegas Johnny.
Kadivhumas apresiasi sinergi Polri, otoritas Malaysia, dan KBRI Kuala Lumpur. “Ruang gerak kejahatan transnasional makin sempit,” pungkasnya.
Sumber: Tribratawes Polri go id & Kadivhumas Polri
Editor: [Redaksi Infozone]









