Serangan Israel Tewaskan 32 Orang di Lebanon, Perundingan AS-Iran Terancam Gagal

Tim evakuasi angkat jenazah korban serangan Israel di Qennarit Lebanon 20 Juni 2026./ Foto.

BEIRUT, Infozone – Serangan Israel di Lebanon menewaskan sedikitnya 32 orang Sabtu 20/6/2026 meski kesepakatan gencatan senjata sudah berlaku. Kekerasan ini mengancam menggagalkan perundingan lanjutan AS-Iran soal MoU yang ditandatangani pekan ini.

Perundingan lanjutan rencananya digelar di Burgenstock, Swiss, Minggu 21/6/2026 dengan mediator Pakistan dan Qatar.

32 Tewas, Korban Sipil dan Tentara Lebanon

Serangan udara dan drone Israel di Lebanon selatan terus berlanjut meski gencatan senjata baru diperbarui Jumat. Iran menilai gencatan senjata Lebanon “bisa menggagalkan atau menyelamatkan” perundingan AS-Iran.

Data terbaru Lebanon: 16 orang tewas 12 luka di distrik Nabatieh selatan. Tentara Lebanon tewas diserang di desa Kfar Reman. Di Barish, Tyre District, serangan menewaskan 4 anggota keluarga: ayah, ibu, dan 2 anak.

Di Sohmor, Bekaa Barat, serangan ke rumah keluarga menewaskan 4 orang luka 1. Di Qanarit, distrik Sidon, 7 tewas 13 luka.

Sehari sebelumnya, Jumat 19/6, Kementerian Kesehatan Lebanon catat 83 tewas 141 luka pasca pengumuman gencatan senjata baru.

Lebih 4.000 Tewas Sejak Maret, Ceasefire Disebut “Rapuh

Sejak 2 Maret 2026, serangan Israel di Lebanon tewaskan 4.057 orang dan luka 12.121 orang, kata Kemenkes Lebanon.

Jurnalis Al Jazeera Heidi Pett dari Tyre laporkan lebih 100 serangan udara Israel di Lebanon selatan sejak tengah malam. “Ini hari yang menghancurkan, ada warga sipil di antara korban,” ujarnya.

Anggota parlemen Lebanon Najat Aoun Saliba bilang rakyat Lebanon lelah dengan pembunuhan dan kehancuran. “Ini juga menghabiskan banyak uang dan rasa sakit bagi pemerintah,” katanya.

Perundingan AS-Iran di Swiss Terancam Batal

MoU AS-Iran Pasal 1 secara eksplisit menyebut penghentian perang Lebanon bagian integral kesepakatan gencatan senjata semua front.

Perundingan lanjutan AS-Iran soal MoU dijadwalkan Minggu 21/6/2026 di Burgenstock, Swiss. Perwakilan AS, Iran, Pakistan, Qatar akan hadir.

Tapi serangan terus-menerus Israel bikin proses diplomasi rumit. Hezbollah klaim serang pasukan Israel di Nabatieh semalam. Militer Israel balas: Hezbollah luncurkan 50+ proyektil dan langgar gencatan senjata.

Hezbollah Tolak Gencatan Senjata Jika Israel Masih di Lebanon

Ali Fayyad, perwakilan faksi Hezbollah di parlemen Lebanon, bilang kelompoknya menolak gencatan senjata selama pasukan Israel masih di wilayah Lebanon. “Hak membela diri sudah ditetapkan dan tidak bisa dinegosiasikan,” ujarnya ke Tasnim.

AS umumkan perundingan baru Israel-Lebanon 23 dan 25 Juni 2026 di Washington DC untuk capai “perdamaian langgeng”. Tapi perundingan tak libatkan Hezbollah, sehingga kemajuan terhambat.

 

Sumber: Al Jazeera, AP, Reuters

Editor: [Redaksi Infozone]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *