JAKARTA, Infozone – Gangguan pasokan listrik hingga pemadaman bergilir di sistem Jamali Jawa-Madura-Bali disorot DPR. Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna tagih penjelasan ESDM dan PLN soal langkah jangka pendek hingga strategi ketahanan energi jangka panjang.
Ateng sebelumnya sudah warning: ada kekurangan kontrak pasokan batubara PLN 2026 sekitar 20 juta ton dari total kebutuhan 154 juta ton.
Gangguan pasokan listrik yang picu pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Jamali jadi sorotan DPR. Ateng Sutisna menilai ini pengingat penting penguatan ketahanan energi nasional, khususnya ketersediaan energi primer pembangkit.
“Masyarakat butuh kepastian langkah mitigasi pemerintah dan PLN, baik jangka pendek jaga pasokan, maupun antisipasi gangguan serupa ke depan,” ujar Ateng, Sabtu 20/6/2026.
Politisi Fraksi PKS Dapil Jabar IX Sumedang-Majalengka-Subang ini pernah warning di Raker Komisi XII 15 Juni 2026 bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
“Kontrak pasokan batubara PLN 2026 kurang sekitar 20 juta ton dari kebutuhan 154 juta ton. Ketersediaan energi primer faktor utama jaga stabilitas kelistrikan nasional,” tegasnya.
Ateng minta ESDM-PLN jelaskan mitigasi jangka pendek, pengamanan pasokan menengah, dan strategi ketahanan energi jangka panjang yang jelas.
Jangka menengah, Ateng dorong penguatan tata kelola pasokan batubara dan energi primer biar lebih terencana. Jangka panjang, ia dorong diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan energi nasional, dan kurangi ketergantungan 1 jenis energi.
“ESDM dan PLN jangan cuma fokus penanganan sesaat, tapi siapkan langkah strategis agar keandalan pasokan listrik nasional makin kuat,” katanya.
PLN via Dirut Darmawan Prasodjo minta maaf atas pemadaman bergilir di Pulau Jawa. Faktornya: gangguan pasokan batubara kalori medium dan kendala teknis 2 PLTU besar milik IPP.
PLN bersama ESDM, Ditjen Ketenagalistrikan, Ditjen Minerba percepat kontrak dan penyaluran batubara ke pembangkit Jawa. PLN pastikan pemulihan sistem terus dilakukan.
Sumber : DPR RI, Parlementaria
Editor : [Redaksi Infozone]









