Ilustrasi
Jakarta, Infozone – Hepatitis yang disebabkan virus sering dijuluki silent killer atau pembunuh diam-diam. Julukan itu muncul karena gejalanya sangat ringan atau bahkan tidak muncul sama sekali. Akibatnya, banyak orang baru menyadari dirinya terinfeksi setelah beberapa bulan hingga bertahun-tahun.
Menurut data National Library of Medicine AS, Selasa (28/7/2026), saat seseorang sudah terdiagnosis hepatitis, kondisi hati umumnya sudah mengalami kerusakan yang cukup parah.
Apa Itu Hepatitis?
Hepatitis adalah peradangan pada organ hati. Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, zat berbahaya, racun, hingga penyakit autoimun tertentu.
Dari sekian banyak jenisnya, 3 jenis yang paling umum dan banyak ditemukan di Indonesia adalah hepatitis A, B, dan C.
Kenali 3 Jenis Hepatitis Paling Umum
1. Hepatitis A
Sangat menular melalui makanan, minuman, dan kontaminasi tinja. Kabar baiknya, hepatitis A biasanya bisa sembuh sendiri dalam waktu sekitar 2 bulan dan jarang menimbulkan komplikasi jangka panjang. Vaksin untuk hepatitis A sudah tersedia.
2. Hepatitis B
Penularannya melalui hubungan seksual, berbagi jarum suntik, dari ibu ke bayi saat melahirkan, dan kontak langsung dengan darah penderita. Meski berisiko menyebabkan kerusakan hati jangka panjang, sebagian besar penderita dewasa bisa pulih dalam 6 bulan. Vaksin hepatitis B juga sudah ada dan masuk program imunisasi nasional.
3. Hepatitis C
Ini yang paling berbahaya. Hepatitis C merupakan infeksi jangka panjang yang sering tidak bergejala sama sekali selama bertahun-tahun. Jika tidak ditangani, bisa memicu jaringan parut pada hati atau sirosis. Berbeda dengan hepatitis A dan B, sampai saat ini hepatitis C belum memiliki vaksin.
Hepatitis Akut vs Kronis: Bedanya di Mana?Secara waktu, hepatitis dibagi 2:
-
Hepatitis Akut: Berlangsung kurang dari 6 bulan. Biasanya gejalanya mirip flu.
-
Hepatitis Kronis: Berlangsung lebih dari 6 bulan.
Masalah terbesar ada di hepatitis kronis. Sebagian besar penderitanya tidak menyadarinya karena tidak merasakan gejala. Tanpa disadari, fungsi hati terus menurun selama bertahun-tahun.
Kerusakan yang berlangsung lama akan memicu fibrosis, yaitu jaringan parut di hati. Jika terus berlanjut akan menjadi sirosis. Pada tahap sirosis, struktur hati berubah total sehingga fungsi utamanya sebagai penyaring racun dan pembuat protein terganggu.
Tanda Hepatitis Sudah Masuk Tahap Lanjut
Gejala baru akan terasa ketika kerusakan hati sudah parah. Beberapa tandanya antara lain:
-
Otot mengecil: Karena nafsu makan menurun dan hati tidak mampu memproduksi protein pembentuk otot.
-
Perut dan kaki bengkak: Tubuh kesulitan mengatur natrium dan membuang cairan serta racun.
-
Mudah memar dan pendarahan: Terjadi pendarahan pada kerongkongan atau lambung.
-
Pembengkakan perut: Akibat penumpukan cairan.
-
Gangguan berpikir: Sulit konsentrasi dan mengambil keputusan.
Bagaimana Cara Mendeteksinya?
Karena gejalanya samar, deteksi dini sangat penting. Dokter biasanya melakukan:
-
Pemeriksaan fisik
-
Tes darah: Untuk mendeteksi antibodi virus hepatitis
-
Tes lanjutan: Khusus hepatitis B atau C untuk melihat perkembangan dari akut ke kronis
-
Biopsi hati: Mengambil sedikit jaringan hati untuk dianalisis di laboratorium
Pesan Penting: Lakukan Medical Check-up Rutin
Dokter dan ahli kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan hati. Lakukan medical check-up secara rutin, terutama jika memiliki faktor risiko seperti riwayat transfusi, penggunaan narkoba suntik, atau hubungan seksual tidak aman.
Deteksi sejak dini dapat mencegah kerusakan hati yang lebih serius dan menyelamatkan nyawa.
Sumber: Tribratasnews Polri go id / National Library of Medicine AS, 28 Juli 2026.
——————–









