RUPAT, INFOZONE — Di tengah minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dasar, warga RT 03/RW 03 Sidomulyo, Simpang Air Putih, Kelurahan Batu Panjang, memilih bergerak sendiri. Melalui Kelompok Inisiasi dan Solidaritas Masyarakat yang dipimpin Sugito dan Nasrun Regar, warga bahu-membahu memperbaiki jalan rusak yang sudah puluhan tahun diabaikan.
Wilayah ini bukan wilayah biasa. Sidomulyo adalah salah satu lumbung hasil pertanian dan perkebunan kelapa sawit yang vital bagi daerah. Selain sawit, kawasan ini juga menjadi sentra holtikultura produktif seperti semangka, melon, cabai, hingga pare. Hasil buminya melimpah dan menopang ketahanan pangan.
Namun ironisnya, jalan poros satu-satunya untuk mendistribusikan hasil tani justru rusak parah.

“Jalan ini sejak saya lahir 45 tahun lalu ya masih seperti inilah. Ada semenisasi, tapi hanya beberapa puluh meter dengan kualitas seadanya. Kalau hujan sebentar saja, anak sekolah sampai orang tua beraktivitas terhambat,” keluh salah seorang warga.
Di balik pengabaian itu, solidaritas warga justru semakin kuat. Di bawah komando Sugito dan Nasrun Regar, kelompok inisiatif ini menegakkan prinsip mengutamakan kepentingan umum di atas golongan dan pribadi.
Tidak ada ego sektoral. Semua energi dikerahkan untuk kelancaran akses sekolah, keselamatan warga, dan kelangsungan ekonomi petani. Ini adalah manifestasi jiwa nasionalis dan gotong royong yang sesungguhnya.
Yang memprihatinkan, kondisi jalan ini sudah 2 kali disambangi aktivis kehutanan asal Belanda beberapa tahun lalu, dan beberapa bulan lalu dikunjungi duta kehutanan Belgia.

Kehadiran perwakilan asing itu justru meninggalkan catatan buruk. Bagaimana mungkin kawasan sentra produksi yang dilirik dunia harus disuguhi jalan rusak seperti kubangan?
Perbaikan jalan ini murni dari swadaya warga, urunan pekebun sawit, dermawan lokal, dan sedikit bantuan material dari kecamatan. Warga menimbun kubangan dengan batu dan kerikil secara manual.
Sampai kapan warga harus terus berdikari di tanah kelahirannya sendiri?
Aksi ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah. Saat kebijakan sibuk untuk golongan, rakyat Sidomulyo justru menunjukkan cara mengurus kepentingan umum dengan kehormatan.

Pemerintah dituntut segera turun tangan agar kawasan produktif Kelurahan Batu Panjang tidak terus terisolasi***.
Sholikhin, Infozone, melaporkan.









