Bumerang Ecocide: Limbah Beracun Perang Gaza Kini Ancam Kesehatan Israel

JAKARTA, INFOZONE – Kehancuran lingkungan di Gaza akibat perang ternyata berbalik menghantam Israel. Limbah beracun, air limbah mentah, dan puing-puing bangunan dari Gaza kini mencemari laut dan udara Israel.

Pekan ini PM Benjamin Netanyahu sepakat membentuk kelompok kerja soal sanitasi dan kesehatan publik bersama Gaza. Tanda bahwa Israel tak bisa lagi mengisolasi diri dari dampak “ecocide” yang mereka sebabkan.

Bacaan Lainnya

Laporan terbaru menyebut lebih dari 100.000 meter kubik air limbah mentah dari Gaza mengalir ke Laut Mediterania setiap hari. Karena arus laut bergerak dari selatan ke utara, limbah itu langsung terbawa ke perairan Israel.

Akibatnya, pabrik desalinasi Ashkelon di selatan Israel beberapa kali terpaksa ditutup karena tingginya kontaminasi bakteri feses dari air limbah Gaza. Alga beracun juga muncul dan merusak sistem filtrasi, serta menciptakan “zona mati” tempat nelayan biasa mencari ikan.

Bukan cuma laut. Racun, logam berat, dan patogen juga diserap biota laut. Karena ikan bermigrasi lintas batas, seafood yang terkontaminasi jadi ancaman kesehatan bagi warga Palestina dan Israel.

60 Juta Ton Puing Dipindahkan ke Israel dan Tepi Barat

Masalah makin parah karena Israel mulai memindahkan sekitar 60 juta ton puing dari Gaza ke lokasi tak diumumkan di dalam Israel dan Tepi Barat. Euro-Med Monitor mencatat sekitar 100 truk Israel keluar dari Gaza setiap hari membawa puing.

Puing itu berpotensi mengandung logam berat seperti timbal, merkuri, kadmium, sisa fosfor putih, bahan peledak, bahan kimia industri, hingga serat asbes. Semua punya risiko kanker, kerusakan saraf, dan akumulasi racun dalam tubuh.

Puing juga mengandung sisa-sisa biologis, patogen, dan vektor penyakit. Belum lagi debu berbahaya dan bom tak meledak yang mengancam pekerja dan warga sekitar tempat pembuangan.

Lembaga PBB seperti UNEP sudah menetapkan protokol ketat untuk penanganan puing bencana. Tapi pemindahan lintas wilayah tanpa standar ini dinilai membahayakan kesehatan semua orang, termasuk 700.000 pemukim ilegal di Tepi Barat.

“Lingkungan Tak Mengenal Batas”

Kelompok lingkungan EcoPeace sudah lama memperingatkan: lingkungan Gaza dan Israel saling terhubung. Krisis kemanusiaan dan sanitasi di Gaza pasti akan berdampak ke kesehatan publik Israel.

Seperti yang pernah diakui mantan Wali Kota Yerusalem Teddy Kollek tahun 1990: mengabaikan sanitasi di wilayah Palestina bisa memicu wabah kolera yang menyebar ke Yerusalem Barat.

“Jika Israel tidak mengikuti protokol lingkungan secara ketat, penduduknya sendiri akan merasakan akibat yang sama seperti warga Palestina yang kesejahteraannya diabaikan,” tulis penulis opini Al Jazeera, Dianne Woodward.

 

Sumber: Al Jazeera, 30 Agustus 2026. Opini oleh Dr. Dianne Woodward

 

🚨 IMBauAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA 🚨

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

ASAP MERUSAK KESEHATAN, API MERUSAK MASA DEPAN!
Pelaku Pembakaran: Penjara 15 Tahun | Denda Rp 5.000.000.000,-
Bersama Kita Cegah Karhutla, Wujudkan Riau Hijau Tanpa Asap

Laporkan titik api: Polsek | Polres | BPBD | Manggala Agni | Call 112

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *