KATHMANDU, INFOZONE – Sedikitnya 469 orang tewas dan lebih dari 1.500 orang masih dinyatakan hilang di Nepal dan wilayah Tibet, China, setelah runtuhnya gletser memicu banjir bandang dahsyat di perbatasan Himalaya, Rabu (27/8/2026) pagi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nepal menyebut banjir “Bhotekoshi” terjadi di Sungai Lhende Khola akibat longsoran es dan batu di sisi Nepal. Air bah kemudian masuk ke Sungai Bhotekoshi dan Trishuli, membuat ketinggian air naik hingga 9 meter dalam 30 menit.
Dampak paling parah terjadi di Distrik Rasuwa, Nepal, tepat di selatan perbatasan China.
Awalnya diduga dipicu gempa magnitudo 4.4. Namun US Geological Survey memastikan banjir disebabkan “runtuhnya gletser dan aliran lumpur” yang menyeret jutaan meter kubik es, batu, dan air.
“Ini bukan gempa yang memicu banjir, tapi sebaliknya,” kata ahli geologi Nepal Prakash Pokhrel.
Hingga Jumat (28/8/2026) pagi, polisi Nepal mencatat 469 korban tewas. 3 orang lainnya meninggal di Tibet.
Data terbaru menyebut lebih dari 1.500 orang hilang, termasuk 668 wisatawan dari 34 negara. Rinciannya: 177 warga India, 90 AS, 34 Australia, 33 Inggris, 25 Kanada, dan 100 warga China.
Banyak korban merupakan peziarah menuju Gunung Kailash di Tibet. Rumah sakit kewalahan menampung jenazah hingga pemerintah menyiapkan gedung akademi kesehatan sebagai morgue sementara.
Tim SAR gabungan TNI-Polisi Nepal mengerahkan lebih dari 5.000 personel. Helikopter dikerahkan untuk menjatuhkan tenda, makanan dan obat-obatan bantuan dari India.
Namun akses sangat sulit karena jalan dan jembatan rusak. Al Jazeera menyebut ini “tantangan besar” bagi tim penyelamat.
Tentara Nepal juga berhasil menyelamatkan 350 pekerja yang terjebak di terowongan proyek pembangkit Upper Trishuli.
Perdana Menteri Nepal Balendra Shah meninjau lokasi di Distrik Nuwakot. Sementara China mengirim tim ke Gyirong, Tibet, dan Presiden AS Donald Trump menyatakan AS siap mengirim bantuan.
Otoritas memperingatkan potensi banjir susulan. Danau yang terbentuk akibat bendungan alami di hulu Gyirong mulai meluap. Operasi SAR sempat dihentikan 90 menit. Warga di bantaran sungai diimbau mengungsi ke dataran tinggi.
Sumber : Al jazeera.com








