Foto: Dr. Afni Zulkifli, M.Si dan Fadli Zon/ tangkap layar akun Facebook
PEKANBARU, INFOZONE – Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si terus memperjuangkan Sultan Siak ke-2, Tengku Buwang Asmara bergelar Sultan Mahmud Abdul Jalil Muzaffarsyah, untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Perjuangan itu disampaikan Afni saat menerima penghargaan kategori Pendorong Tata Kelola Sumber Daya Alam Berkelanjutan dari http://detik.com di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Usai menerima anugerah, Bupati kelahiran Siak Sri Indrapura itu bertemu langsung dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Selain mengapresiasi dukungan pelestarian cagar budaya Siak, Afni kembali mengusulkan nama Tengku Buwang Asmara sebagai Pahlawan Nasional.
“Beliau Sultan Siak yang secara nyata ikut berperang melawan penjajah Belanda di masanya. Kami mengusulkan Sultan Siak ke-2 ini dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional, selain Sultan terakhir Siak, Sultan Syarif Kasim II. Kajian dan usulan ini sudah lama, dan terus kita perjuangkan,” ungkap Afni.
Dalam catatan sejarah, Tengku Buwang dikenal sebagai pejuang yang disegani Belanda. Perjuangannya paling dikenal lewat Perang Guntung 1750-1760 di Pulau Guntung, muara Sungai Siak.
Tengku Buwang dinobatkan sebagai Sultan di Buatan pada 1746 M. Ia kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke Sungai Mempura pada 1750 untuk menjauhkan diri dari pengaruh Belanda.

Konflik pecah saat Belanda mendirikan loji di Guntung dan memaksa pedagang serta menarik cukai. Pasukan Siak di bawah Tengku Buwang kemudian menyerang Belanda. Perlawanan ini membuat Belanda kehilangan bahan perdagangan di Sungai Siak yang saat itu menjadi pusat komoditas penting termasuk emas.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut baik upaya tersebut. Ia menyebut Kesultanan Siak memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia karena menjadi salah satu kesultanan pertama yang bergabung ke NKRI.
“Kesultanan Siak ini termasuk pertama memberikan pengakuan dan bergabung ke NKRI. Bahkan Sultannya menyerahkan harta kekayaan dan kedaulatannya kepada Republik Indonesia. Jadi luar biasa,” ujar Fadli.
Fadli juga memastikan dukungan pelestarian cagar budaya akan terus ada sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia berjanji akan segera berkunjung ke Siak.
Dalam pertemuan itu, Afni juga menyampaikan terima kasih atas dana revitalisasi Istana Asserayah Hasyimiyah dan Balai Rung Sri sebesar Rp5,5 miliar tahun ini.
Bagi Pemkab Siak, perjuangan mengusulkan Tengku Buwang bukan hanya mengangkat nama Sultan, tetapi juga membawa sejarah Kesultanan Siak dan kontribusi masyarakat Melayu ke panggung nasional.
Sumber: MC Riau








