Marcos vs Duterte: Wapres Sara Duterte Disidang Impeachment Kasus Dana Rahasia $110 Juta

MANILA, Infozone.co.id – Sidang impeachment Wakil Presiden Filipina Sara Duterte resmi dimulai Senin (6/7/2026). Ia didakwa menyalahgunakan dana pemerintah dan membuat ancaman terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr. Jika terbukti bersalah, karir politiknya menuju Pilpres 2028 bisa kandas.

Ini kali pertama seorang Wapres Filipina menjalani sidang impeachment di Senat. Hasilnya akan menentukan apakah Duterte bisa maju sebagai capres di 2028.

Bacaan Lainnya

Siapa Sara Duterte?

Putri mantan Presiden Rodrigo Duterte ini maju sebagai cawapres mendampingi Marcos pada Pemilu 2022. Keduanya membentuk aliansi politik terkuat di Filipina. Namun hubungan mereka retak sejak 2024.

Pada Februari 2026, Sara mengumumkan akan maju Pilpres 2028. Namun jika divonis bersalah, ia bisa dicekal seumur hidup dari jabatan publik.

Mengapa diimpeach?

DPR Filipina menyetujui pemakzulan pada Mei 2026. Tuduhannya:

1. Pelanggaran konstitusi & pengkhianatan kepercayaan publik karena penyalahgunaan dana rahasia pemerintah

2. Tidak melaporkan kekayaan

3. Penyuapan

4. Ancaman pembunuhan terhadap Presiden Marcos, Ibu Negara Liza Araneta, dan Ketua DPR Martin Romualdez

Tuduhan terberat: transaksi bank swasta senilai lebih dari $110 juta yang ditandai lembaga anti pencucian uang. Sara membantah semua tuduhan dan menyebut impeachment ini bermotif politik.

Awal mula retaknya aliansi Marcos-Duterte

Konflik memuncak sejak 2024 saat Senat menyelidiki penggunaan dana pemerintah oleh Sara. Ia mundur dari jabatan Menteri Pendidikan pada Juni 2024.

Pada Oktober 2024, Sara menyebut hubungannya dengan Marcos “toxic” dan sempat mengancam akan menggali makam ayah Marcos. Pada November 2024 ia bahkan terang-terangan mengancam akan membunuh Marcos jika dirinya terbunuh.

Ancaman itu memicu proses impeachment pertama pada awal 2025, meski saat itu digagalkan lewat gugatan ke Mahkamah Agung. Impeachment kedua disetujui Mei 2026.

Dinamika di Senat

Sidang dimulai bersamaan dengan penangkapan Senator Rodante Marcoleta, sekutu Duterte, atas kasus suap. Ia seharusnya menjadi hakim senator di persidangan ini. Penangkapannya diduga menggerus dukungan untuk Duterte.

Untuk memvonis bersalah dibutuhkan 16 dari 24 suara senator. Pakar menyebut Senat saat ini dikuasai kubu Marcos, tapi belum tentu cukup untuk menjatuhkan Duterte.

Mengapa penting? 

Sidang ini bukan hanya soal hukum, tapi pertarungan suksesi 2028. Marcos tidak bisa maju lagi. Sara adalah kandidat terkuat. Jika ia tersingkir, peta politik Filipina akan berubah total.

Lebih dari 6.000 polisi dan pasukan anti huru-hara dikerahkan ke gedung Senat mengantisipasi demonstrasi.

 

Sumber : Al Jazeera 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *