Korban Gempa Venezuela Tembus 920 Jiwa, RS Penuh, Ratusan Masih Tertimbun, Bandara Utama Lumpuh

Venezuela, Infozone – Jumlah korban tewas akibat dua gempa dahsyat di Venezuela terus bertambah. Hingga Jumat, 26 Juni 2026, pemerintah mencatat *920 orang meninggal dunia dan sekitar 3.000 lainnya luka-luka*.

Angka itu disampaikan J orge Rodriguez, Presiden Majelis Nasional Venezuela, sehari setelah gempa berkekuatan *7,2 dan 7,5 Skala Richter* mengguncang negara itu pada Rabu, 25 Juni. Gempa ini merupakan salah satu yang terkuat dalam seabad terakhir di Venezuela dan terasa hingga negara tetangga.

Bacaan Lainnya

“Rumah sakit ‘penuh pasien’,” kata Menteri Kesehatan Venezuela Carlos Alvarado. Ratusan orang lainnya masih diyakini tertimbun reruntuhan bangunan.

Kerusakan terberat terjadi di negara bagian pesisir La Guaira, utara Caracas. Lebih dari 100 gedung dilaporkan runtuh dan setidaknya 70.000 keluarga terdampak, ujar Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello.

Bandara internasional utama Venezuela yang berada di wilayah itu juga ditutup karena rusak berat. Di kota La Guaira, relawan terlihat menggali puing dengan tangan kosong sembari keluarga menunggu kabar kerabat yang hilang.

“Kami kehilangan segalanya. Kami tidak punya makanan atau obat-obatan… Kami berharap bantuan segera datang,” kata Pedro Perez, 64, pemilik bengkel jok mobil yang kehilangan rumah dan usahanya. Ia kini tidur di jalan bersama istri dan anak-anaknya.

Kepanikan juga melanda Caracas. Banyak warga memilih tidur di jalan atau di mobil karena takut bangunan kembali runtuh. “Orang-orang takut kembali ke rumah mereka. Mereka sangat tidak pasti tentang struktur dan kerusakannya,” kata jurnalis Maria Emilia Miro Quesada kepada Al Jazeera dari Caracas.

Bantuan Internasional Berdatangan

Tim SAR dan bantuan kemanusiaan mulai berdatangan dari seluruh Amerika. Brasil mengirim rumah sakit lapangan, El Salvador memberangkatkan 300 tim penyelamat, Meksiko dan Kolombia mengirim puluhan personel dan logistik.

Amerika Serikat, yang Januari lalu melakukan operasi militer terhadap Presiden Nicolas Maduro, kini menyatakan “respons seluruh pemerintahan” dengan mengerahkan kapal perang, pesawat angkut, helikopter, dan dana ,

“Responsnya akan besar… cepat dan… efektif,” kata Menlu AS Marco Rubio.

Dukungan juga datang dari Kuba, PBB, China, India, Turki, Spanyol, Prancis, Jerman, Swiss, dan Belanda. IFRC menggelontorkan 2,5 juta dolar AS, sementara Vatikan menyalurkan 100.000 euro bantuan darurat.

“Tanpa diragukan, upaya internasional ini sangat krusial untuk menyelamatkan korban dan membantu yang terluka,” kata koresponden Al Jazeera Alessandro Rampietti dari Bogota.

Upaya pemulihan Venezuela disebut terhambat kondisi ekonomi yang kolaps dan infrastruktur yang lemah. Banyak rumah sakit sudah beroperasi di bawah kapasitas bahkan sebelum gempa.

Sumber: AFP, AP, Al Jazeera, Pernyataan Jorge Rodriguez, Carlos Alvarado, Diosdado Cabello.`

 

Catatan redaksi: berita ini ditulis dengan penerjemah bantuan Al. Jika terjadi kekeliruan dalam merangkum informasi akan diperbaiki.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *