JAKARTA, Infozone – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah desak Polri usut tuntas dugaan pemberian uang Rp20 juta ke mahasiswa BEM FH UBK oleh oknum polisi. Uang diduga untuk geser titik demo Istana ke Gedung DPR/MPR Senayan.
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah desak Polri investigasi dugaan pemberian uang Rp20 juta kepada sejumlah mahasiswa oleh oknum polisi.
Dugaan tersebut diungkap mantan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno UBK, Muhammad Abdi Maludin. Uang diduga diberikan untuk menggeser titik demonstrasi dari Istana Presiden ke Gedung DPR/MPR RI Senayan.
“Polri harus melakukan investigasi untuk membuktikan benar atau tidaknya pernyataan tersebut. Investigasi ini penting untuk menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” ujar Abdullah, Rabu 24/6/2026.
Abduh – sapaan Abdullah – yakin Polri punya mekanisme pengawasan internal untuk usut profesional & transparan. Pembiaran berpotensi muncul spekulasi negatif soal netralitas aparat.
“Kasus ini harus diungkap secara terang benderang. Jika benar ada intervensi, berarti oknum tersebut telah menyalahgunakan kewenangannya dan harus diberikan sanksi sesuai ketentuan disiplin maupun kode etik yang berlaku,” tegas Politisi Fraksi PKB itu.
Ia minta pengungkapan tidak berhenti di pelaksana lapangan, tapi juga aktor intelektual di belakang peristiwa.
Menurut Abduh, jika benar, penggeseran titik demo berpotensi timbul persepsi upaya mempertentangkan Presiden dengan DPR RI. Ini bisa ganggu mekanisme checks and balances & sesatkan pemahaman publik.
“Aktor intelektual itu harus diungkap dan dimintai pertanggungjawaban moral. Tujuannya agar peristiwa serupa tidak terulang serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara dan mahasiswa sebagai kontrol demokrasi tetap terjaga,” ujar Abdullah.
Komisi III DPR RI siap bantu pengungkapan lewat fungsi pengawasan. Opsi: minta penjelasan pihak terkait termasuk perwakilan BEM FH UBK maupun Polri untuk dapat gambaran utuh.
Sumber: DPR RI 24/6/2026 | Editor: Redaksi Infozone Nasional









