Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni: Pelat Nomor Modif Kena Tilang, Denda Rp500 Ribu atau Bui 2 Bulan

JAKARTA, INFOZONE  – Pemilik motor & mobil catat! Operasi Patuh 2026 resmi digelar 8-21 Juni 2026 serentak se-Indonesia. Salah satu sasaran utama: pelat nomor modifikasi.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tegas, pelat nomor bukan aksesori buat gaya-gayaan. TNKB itu dokumen identifikasi resmi negara. Ubah font, ukuran, atau tempel stiker = tilang.

Bacaan Lainnya

Aturan Hukum Jelas: Pelat Wajib Standar Polri

Kewajiban pakai pelat standar diatur UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ Pasal 68 & Perpol No. 7 Tahun 2021.

Aturannya:

1. Wajib pasang TNKB & STNK.

2. Pelat harus muat kode wilayah, nomor registrasi, masa berlaku.

3. Bentuk, ukuran, bahan, warna, cara pasang wajib sesuai standar Polri.

4. Kendaraan pribadi sekarang pelat dasar putih tulisan hitam biar kebaca ETLE.

5. Pelat dipasang di depan & belakang kendaraan. Nggak boleh cuma 1 atau disembunyiin.

6 Modifikasi Pelat Nomor yang Dilarang & Kena Tilang  

Korlantas sering nemu pelat “diakalin” biar estetik atau kebaca kayak nama. Ini ilegal. Yang dilarang:

1. Ubah Huruf/Angka : Digeser, ditambah garis/stiker biar jadi kata.

2. Ganti Font : Pakai huruf miring, sambung, atau gaya digital. Wajib font standar Polri.

3. Ubah Ukuran : Dikecilin atau digedein dari ukuran resmi.

4. Hilangin Logo POLRI : Nutup atau hapus emboss logo Korlantas & tulisan “POLRI”.

5. Bahan Silau/Reflektif : Pakai akrilik atau stiker glow in the dark yang bikin silau & nggak kebaca ETLE.

6. Pemasangan Ngawur : Disembunyiin, dimiringin, atau ditutup kaca gelap/buram.

Sanksi Berat: Denda Rp500 Ribu atau Bui 2 Bulan

Nggak cuma ditilang manual, pelanggar juga diincar ETLE Mobile & ETLE Handheld selama Operasi Patuh 2026.

Pasal 280 UU LLAJ ancamannya: Pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000.

Lebih parah, mobil/motor pelat nggak standar bisa dicurigai kendaraan hasil kejahatan. Polisi berhak geledah lebih dalam.

ETLE Nggak Bisa Baca Pelat Modif

Korlantas ingatkan, pelat modif bikin kamera ETLE susah identifikasi. Padahal ETLE kunci penegakan hukum lalin sekarang.

Makanya, pelat dasar putih tulisan hitam diberlakukan biar makin gampang kebaca sistem.

Korlantas Polri ajak masyarakat bangga tertib. Pakai TNKB standar dari SAMSAT. Patuh hukum = bantu polisi wujudkan lalu lintas aman & gampang identifikasi kalau ada insiden.

 

Sumber: Divisi Humas Polri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *