Larantuka,- Di tengah Perjalanan Bigh Push Sapi dan Ayam sementara berjalan tiba-tiba Bupati Flotim Anton Doni Dihen minta segera Adendum dan turunkan Volume jumlah sapi Bali yang akan di datangkan ke Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur yang di mana sapi dari 700 ekor menjadi 150 Ekor sapi saja.
Dengan skema 50 ekor sapi ke Wolo kolo,100 ekor sapi ke kelompok Tani sasaran penerima, “Kata Bupati Anton Doni saat mencopot PLT Dinas Disbunter Kabupaten Flores Timur Vian Kiti Tokan.
Hal ini Justru mendapat Tanggapan Drh Vian Tokan, dengan Menolak Adendum atas program Bigh push tersebut, menurutnya heran saja pekerjaan belum berakhir malah di suruh Bupati untuk Adendum, serta copot saya dari PLT Dinas Disbunter, ada apa ini,”Urainya lagi.
Sebelumya Kabupaten
Flores Timur
Dalam rapat Gabungan komisi DPRD Flores Timur Selasa 30 Juni 2026,
Pihak Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunter) Kabupaten Flores Timur menargetkan bibit ayam petelur akan tiba pada bulan Oktober 2026 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disbunter, Vianey Kiti Tokan, saat menjawab pertanyaan anggota gabungan komisi, Theodorus M. Wungubelen, dalam Rapat Pembahasan Terkait Realisasi Program dan Anggaran pada Disbunter atas Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Flores Timur Tahun Anggaran 2025, Selasa, 30 Juni 2026.
Jangka waktu kedatangan 7.000 bibit ayam petelur disesuaikan Vianey Tokan dengan limitan kontrak pembangunan kandang ayam petelur, gudang, dan mess pekerja
“Sekarang baru tahapan pembangunan kandang. Kontraknya selama empat bulan, jadi bibit ayam petelur akan masuk pada bulan Oktober mendatang,” ujar Vianey Kiti Tokan. Atas jawaban tersebut, Theodorus Wungubelen pun berharap pihak Disbunter harus memperhitungkan secara matang agar tidak terbentur dengan kendala sebagaimana beberapa program yang tidak dijalankan pada periode 2025 kendati telah dipangkukan pada Perubahan APBD TA 2025. “Syukurlah di bulan Oktober. Pada bulan tersebut masih musim kemarau, namun intensitas hujan sudah mulai. Nah, aspek-aspek seperti ini harus juga diperhitungkan, jangan sampai ketika Oktober ditanyakan namun jawabannya bibit belum datang karena harus menanti selesai musim hujan atau pun alasan lainnya,” tandas Theodorus Wungubelen.
Program Bigh Push Sapi 700 Ekor Telan Anggaran 7,7 Milyar Di Tanjung Bunga Belum Kantongi BUMD Dan Pakan Ternak Belum Siap.
Miris memang Pemda Flotim belum kantongi “BUMD bahkan Pakan Ternak Belum Siap” dalam menjalankan
Program kegiatan Sentra Peternakan Sapi di Wolo Kolo, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur.
Dalam rapat gabungan komisi belum lama ini menegaskan pemerintah harus siapkan BUMD dulu dan siapkan Pakan Ternak baru Program Big push dapat berjalan.
masa pekerjaan sebesar ini adalah program Bigh Push yang di gaungkan Bupati Anton Doni melalui Dinas Disbunter belum siapkan BUMD dan bahkan Pakan Ternak?
Padahal salah satu program strategis Pemerintah Daerah dibawah kepemimpinan Bupati Antonius Doni Dihen dan Wakil Bupati Ignasius Boli Uran yang akan menelan anggaran sebesar belasan bahkan puluhan miliar ini sudah dimulai sejak Oktober 2025 lalu.
Tetapi sampai saat ini BUMD juga belum kelar bahkan
Ternak yang ada baru di tanam,
Disbunter yang benar saja,Urai Beberapa anggota DPRD dalam rapat Gabungan komisi pada Juni 2026 pekan lalu.
Beberapa warga juga pertanyakan sejauh mana kinerja dari OPD teknis kok belum siap BUMD tetapi terkesan di paksakan.
Yamin Lewar Anggota DPRD juga mempertanyakan pada Pemda, ketika belum siap lalu ke depan berurusan dengan hukum apakah kami juga turut bertanggung jawab? Silahkan Pemda siapkan secara baik supaya di kemudian hari tidak terjerat dengan masalah hukum,”Tegas YAkibus Mikhael Krizik Basa Lewar,S.Kep.
DPRD mempertanyakan karena
Pasalnya Pekerjaan
sedang dilaksanakan di Sentra Peternakan Sapi di Wolo Kolo seluas 30 hektar dari 200 hektar lahan yang disewa Pemerintah Daerah.
Diantaranya adalah pembukaan jalan usaha tani (JUT), pengolahan lahan, pengadaan bibit hijau makanan ternak (HMT), penanaman tanaman pagar, menanam tanaman HMT, hari orang kerja (HOK) dan pembuatan jaringan air ke lokasi peternakan
Terkait program strategis Sentral Peternakan Sapi di Wolo Kolo, Desa Lamatutu pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Flores Timur.
Tetapi saat kami bagian komisi turun ke lapangan situasi di lapangan tidak sesuai harapan
Pakan Belum juga ada bahkan BUMD belum siap oleh Pemda Flotim
Ini harus di siapkan dlu baru kita bisa rekomendasi,”Tegas Yamin.
Hal yang serupa juga di sampaikan oleh Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra dalam rapat gabungan komisi,
Tugas kami lakukan kunjungan nke lokasi sudah dan itu sangat fatal, Pemerintah Daerah segera siapkan BUMD dan Pakan yang baik baru dapat di lanjutkan oleh Dinas Disbunter,Tegas Theodorus Wungubelen,SH, Yamin Lewar,Yos Parong Kabon.
Sementara itu, pantauan awak media berdasar Fakta dan data
Rabu dan Kamis 2-3 September 2026 Bupati Mencopot PLT Dinas Disbunter Flotim tang di mana Program unggulan Big push sementara berjalan, dengan alasan segera lakukan Adendum sehingga Mantan PLT Disbunter Flotim Viany Kiti Tokan menolak Adendum dengan soal Pencopotan dirinya dari PLT.
Hal ini membuat publik semakin bertanya ada apa dengan Bupati Flotim Anton Doni saat ini.
Di lain sisi,
*Pemkab Flotim Kurangi Volume Bibit Sapi Bali, Rubah Skema Pemeliharaan, Luas Lahan Direvisi?*
Pemerintah Kabupaten Flores Timur akhirnya memutuskan melakukan penyesuaian kontrak pengadaan 700 bibit sapi Bali maupun kontrak sewa lahan di Wulo Kolo, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga. Penyesuaian pun dilaksanakan pada skema pemeliharaan bibit sapi Bali. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Flores Timur, Fransiskus X. Resiona, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Rabu, 2 September 2026 menuturkan, keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi terbatas tingkat Pemkab Flores Timur pada Minggu, 30 Agustus 2026 di Rujab Bupati sertag Senin, 31 Agustus 2026 di ruang kerja Bupati. “Dalam rapat di hari Minggu itu, Pak Bupati mengarahkan peserta rapat untuk mendasari pada hasil kajian Prof. Dr. Bernadete Barek Koten, S.Pt., MP. Hasil kajian Ibu Prof Ona Koten itu menjadi rujukan utama atau satu-satunya alas untuk kegiatan pengadaan bibit sapi Bali yang dibahas dalam rapat tersebut,” kata Fery Resiona, sapaan akrabnya. Ia mengatakan, rapat tersebut dipimpin oleh Bupati Flores Timur dengan peserta rapat antara lain Sekda Petrus Pedo Maran, Asisten II Bahdaruddin, Kepala Bapperitda Nia Corebima, Kepala BKAD Fredinandus Frederik Ama Bolen, Plt. Kalak BPBD Ariston K. Ola, Plt. Kadis Pertanian dan Ketahaan Pangan Yosep Sadi Open, Kabag Pembangunan Vian Tukan, dan dirinya bersama Irbam V, Dus Wungubelen.
Rapat yang berlangsung di Rujab Bupati Flores Timur itu tidak dihadiri Vianey Kiti Tokan yang saat itu masih menjabat sebagai Plt. Kadis Bunter lantaran dirinya sedang berada di luar daerah, serta PPK paket kegiatan pengadaan bibit ternak sapi Bali yang sedang dalam situasi kedukaan.
Komponen yang Disesuaikan
Fery Resiona mengatakan, beberapa keputusan yang dihasilkan dalam rapat itu antara lain pengurangan volume bibit sapi Bali dari semula 700 ekor menjadi 150 kor, dengan menggabungkan dua skema pemeliharaan.
“Yakni terpusat pada sentra peternakan Wulo Kolo sebanyak 50 ekor serta disebarkan pada kelompok tani/ternak di lima titik sebanyak 100 ekor dengan rincian per kelompok mendapatkan 20 ekor,” urainya.
Sedangkan pada ruang kontrak sewa lahan, lanjut Fery Resiona, terjadi penyesuaian pada aspek luasan lahan yang sebelumnya telah berkontrak dengan luas 200 hektar dikurangi seturut capaian luasan pada pelaksanaan persiapan sentra peternakan Wulo Kolo tahun 2025.
Penugasan Pasca Keputusan Penyesuaian Fery Resiona menambahkan, terhadap poin-poin yang diputuskan itu lantas diikuti dengan instruksi semisal kepada Plt. Kadis Disbunter untuk segera mengambil langkah taktis-teknis sehubungan dengan pengurangan volume bibit sapi maupun luasan lahan yang disewakan, serta kepada PPK untuk melakukan evaluasi terhadap kontrak dan selanjutnya melaksanakan adendum atas kontrak tersebut.
Sementara Banyak hujan protes Nitizen bahkan Kader Partai Nasdem Anton Bulet meminta Kejati untuk periksa Dinas Disbunter Kabupaten Flores Timur dengan perubahan yang serba mendadak tersebut atas program Big Push Sapi di Tanjung Bunga.








