Jakarta, Infozone | Sebuah supertanker Iran kembali terpantau melintasi perairan Indonesia. Kapal Pengangkut Minyak Mentah Sangat Besar bernama DERYA dilaporkan sedang menavigasi Selat Lombok menuju Kepulauan Riau setelah lolos dari pengawasan Angkatan Laut AS.
Informasi ini disampaikan perusahaan pemantau pelayaran minyak http://TankerTrackers.com melalui akun X resminya. “DERYA saat ini melintasi Selat Lombok di Indonesia setelah upaya mengirimkan 1,88 juta barel minyak mentah Iran ke India pada pertengahan April gagal,” tulis TankerTrackers, Minggu, 4 Mei 2026.
Gagal ke India, Lanjut ke Riau
TankerTrackers menyebut DERYA sempat berupaya mengirim 1,88 juta barel minyak mentah ke India pada pertengahan April 2026. Namun upaya itu gagal.
“Kemudian kami melihatnya melanjutkan perjalanan ke selatan setelah itu, pada saat kapal saudaranya di daerah tersebut diarahkan kembali ke Iran oleh Angkatan Laut AS. Dia saat ini sedang dalam perjalanan ke titik pertemuannya di Kepulauan Riau,” lanjut TankerTrackers.
Supertanker Kedua dalam Sepekan
Laporan ini muncul sehari setelah TankerTrackers mengabarkan supertanker Iran lainnya, HUGE, juga berhasil menghindari Angkatan Laut AS. HUGE membawa 1,9 juta barel minyak dan terpantau melintas di Selat Lombok menuju Riau.
Dengan demikian, sudah ada dua supertanker Iran yang melintasi Selat Lombok dalam sepekan terakhir.
25 Tanker Tinggalkan Iran, 7 Dipaksa Putar Balik AS
TankerTrackers juga merilis data pergerakan tanker Iran selama April 2026. Sekitar 25 kapal tanker meninggalkan Iran membawa minyak mentah.
Dari jumlah itu, tujuh kapal dialihkan kembali ke pelabuhan Iran oleh Angkatan Laut AS. Dua kapal lainnya disita pasukan AS. “Sisanya telah mencapai tujuan atau titik pertemuan yang dituju,” tulis TankerTrackers.
Selat Lombok Jadi Jalur Alternatif
Selat Lombok merupakan salah satu Alur Laut Kepulauan Indonesia. Selat ini kerap jadi jalur pelayaran internasional, termasuk tanker besar, karena kedalamannya memungkinkan kapal super besar melintas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari TNI AL, Kementerian Perhubungan, atau Kemenlu RI terkait lintasan dua supertanker Iran tersebut.
Editor: Redaksi
Sumber: Al Jazeera,
http://TankerTrackers.com









