GAZA, INFOZONE – Serangan udara Israel di Kota Gaza pada Minggu (13/9/2026) menewaskan sedikitnya 2 orang dan melukai 13 orang lainnya, menurut keterangan petugas medis.
Serangan itu terjadi di lingkungan Tal al-Hawa, Gaza City. Petugas kesehatan menyebut jenazah korban mengalami luka parah hingga sulit diidentifikasi. Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat memberikan informasi untuk membantu identifikasi.
Video yang beredar di media sosial dan diverifikasi Al Jazeera menunjukkan kendaraan yang menjadi sasaran dalam kondisi hancur, atap dan pintunya terlepas.
Militer Israel menyatakan serangan itu menargetkan dua anggota Hamas.
1.300+ Tewas Sejak “Gencatan Senjata”
Serangan ini menjadi bagian dari rentetan serangan hampir setiap hari di wilayah Gaza sejak “gencatan senjata” disepakati Israel dan Hamas pada Oktober 2025 dengan mediasi Amerika Serikat.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 1.300 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak “gencatan senjata” dimulai.
Hamas menuduh Israel melanggar kesepakatan “gencatan senjata” dan menghambat rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza yang mencakup penarikan Israel dan pelucutan senjata Hamas.
Kementerian Kesehatan Gaza pada Minggu melaporkan beberapa generator rumah sakit berhenti beroperasi dalam beberapa hari terakhir karena kekurangan minyak, bahan bakar, dan suku cadang.
Pejabat menyebut minyak yang diizinkan Israel masuk ke Gaza hanya cukup untuk kebutuhan darurat, jauh dari kebutuhan 2.500 liter per bulan untuk rumah sakit.
Dalam kunjungan ke Irlandia pada Sabtu, Trump membela catatan pemerintahannya terkait Gaza.
“Kami memadamkan api, dan kami membebaskan semua sandera. Sekarang hampir tidak ada yang terjadi di Gaza,” katanya kepada wartawan.
Menurut otoritas setempat, perang Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan sedikitnya 73.669 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Sumber: Al Jazeera








