PBB: Israel Ratakan Gaza dengan Buldoser Tanpa Hormati Jenazah di Bawah Reruntuhan, 630 Jasad Dievakuasi

GAZA, INFOZONE – Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Volker Turk menyatakan wilayah Gaza yang hancur akibat perang terus diratakan oleh buldoser Israel tanpa menghormati jenazah yang terkubur di bawah reruntuhan.

Pernyataan tersebut dikeluarkan pada Selasa (16/9/2026) saat penemuan jenazah secara ekstensif meningkatkan kekhawatiran bahwa bukti kejahatan perang sedang dihancurkan atau disembunyikan.

Bacaan Lainnya

“Sebagian besar Gaza telah rata dengan tanah akibat pemboman Israel atau pembongkaran dan pembersihan dengan alat berat serta bahan peledak,” ujar Turk, memperingatkan bahwa daerah-daerah tempat militer Israel masih dikerahkan “terus diratakan oleh buldoser tanpa menghormati orang mati di bawah reruntuhan”.

Turk mengatakan sisa-sisa jasad yang tampaknya merupakan satu keluarga utuh mulai digali dari situs-situs yang hancur dalam serangan Israel, dan banyak korban adalah perempuan dan anak-anak.

“Sangat menyayat hati bahwa orang-orang tercinta dari mereka yang hilang begitu lama akhirnya mendapati ketakutan terburuk mereka terkonfirmasi,” katanya.

Perang di Gaza telah menghasilkan sekitar 61 juta ton reruntuhan dan puing-puing. PBB memperkirakan pembersihan puing-puing tersebut memerlukan waktu hingga tujuh tahun.

Gencatan senjata yang dimediasi AS pada Oktober 2025 gagal menghentikan serangan rutin Israel, dengan lebih dari 1.300 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata tersebut mulai berlaku, menurut pejabat Gaza.

Pertahanan Sipil Palestina menyatakan lebih dari 630 jenazah dan sisa-sisa manusia telah dievakuasi dari bawah bangunan yang hancur di seluruh Gaza sejak November 2025. Otoritas Palestina memperkirakan lebih dari 8.000 orang masih terkubur di dalam reruntuhan.

Turk menyatakan kekhawatirannya bahwa jasad yang ditemukan sejauh ini mungkin “hanya puncak gunung es,” seraya mencatat sebagian besar wilayah Gaza telah diratakan oleh pengeboman atau operasi pembongkaran berikutnya.

“Penemuan jenazah ekstensif di bawah reruntuhan di Kota Gaza memunculkan kembali kekhawatiran akan kejahatan perang dan kejahatan kekejaman lainnya,” imbuhnya.

Pada 6 September, warga Palestina di Gaza utara menggelar pemakaman bagi sekitar 100 orang, termasuk 60 anak-anak, yang jasadnya dievakuasi dari reruntuhan.

Meskipun ada kesepakatan gencatan senjata, militer Israel tetap melanjutkan operasinya. Seorang warga Palestina tewas akibat tembakan sniper di kamp pengungsian Jabalia pada Selasa, dan dua orang tewas dalam serangan drone di kawasan industri Kota Gaza.

 

Sumber: Al Jazeera

 

🚨 IMBauAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA 🚨

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

ASAP MERUSAK KESEHATAN, API MERUSAK MASA DEPAN!
Pelaku Pembakaran: Penjara 15 Tahun | Denda Rp 5.000.000.000,-
Bersama Kita Cegah Karhutla, Wujudkan Riau Hijau Tanpa Asap

Laporkan titik api: Polsek | Polres | BPBD | Manggala Agni | Call 112

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *