Nurul Arifin: Kesejahteraan Pilot Tempur TNI AU Perlu Ditingkatkan, Anggaran Kecil

MAKASSAR, INFOZONE – Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin mendesak pemerintah meningkatkan kesejahteraan pilot tempur TNI Angkatan Udara. Menurutnya, pendapatan pilot tempur saat ini belum sebanding dengan besarnya tanggung jawab dan risiko menjaga kedaulatan udara Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Nurul saat Kunjungan Kerja spesifik Komisi I DPR RI di Markas Komando Operasi Udara II Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 12 Juni 2026. Foto: Septamares/Karisma – http://dpr.go.id

Bacaan Lainnya

Anggaran TNI AU Rp11 Triliun Dinilai Minim

Nurul menyoroti kondisi anggaran TNI AU yang masih jauh dari memadai. Berdasarkan pagu indikatif yang dibahas di Komisi I DPR RI, anggaran TNI AU hanya berkisar Rp11 triliun, dengan sekitar 60 persen dialokasikan untuk belanja pegawai.

“Hanya 40 persen untuk yang lain-lainnya. Kalau membandingkan dengan luas wilayah Indonesia dan segala yang harus dilakukan, jumlahnya masih terlalu kecil,” tegasnya.

Ia berharap ada peningkatan kesejahteraan pilot tempur. “Kami jelas berharap bahwa kesejahteraan pilot tempur juga dinilai dengan baik. Kalau ada peningkatan, karena menurut kami nilainya sangat kecil,” ujar Nurul.

Alih Teknologi & Maintenance Pesawat Berjalan Cepat

Selain kesejahteraan, Nurul menyampaikan proses alih teknologi dan perawatan pesawat tempur baru TNI AU berjalan tanpa kendala berarti. Setiap pengadaan pesawat tempur telah disertai mekanisme transfer teknologi dan pengetahuan dari produsen.

“Pesawat-pesawat yang dibeli, yang datang ke sini, masalah spare part dan maintenance-nya biasanya dilakukan alih teknologi dan knowledge dari pihak pabriknya,” katanya.

Personel TNI AU bidang perawatan telah memperoleh pelatihan langsung dari produsen sehingga mampu adaptasi cepat terhadap teknologi baru. Perbedaan teknologi pesawat lama dan generasi terbaru dinilai tidak terlalu sulit bagi teknisi berpengalaman.

“Kalau pun ada teknologi baru, adaptasinya bisa cepat dilakukan. Tidak terlalu sulit karena mereka sudah terbiasa memegang peralatan termasuk pesawat-pesawat tempur yang ada,” tambahnya.

Politisi Partai Golkar itu menilai kemampuan teknis prajurit TNI AU penting untuk jaga kesiapan operasional alutsista sekaligus meminimalkan ketergantungan pada pihak asing. Ia berharap Kementerian Pertahanan distribusikan anggaran lebih proporsional, prioritaskan peningkatan tunjangan pilot tempur.

“Semoga anggaran dari Kemenhan khususnya bisa didistribusikan lebih pada peningkatan untuk TNI Angkatan Udara. Kalau ada peningkatan, ini diprioritaskan untuk memberikan tunjangan lebih kepada para pilot tempur tersebut,” pungkasnya.

 

Sumber : dpr ri. go.id

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *