Sebagian besar masyarakat berpandangan bahwa ukuran kesejahteraan tidak selalu ditentukan oleh angka pertumbuhan ekonomi atau laporan statistik yang rumit. Kehidupan yang lebih baik sering kali diartikan secara sederhana, semisal memiliki pekerjaan yang layak, dapat memenuhi kebutuhan pokok, menyekolahkan anak, serta menjalani hari-hari dengan rasa aman dan tenang.
Staf Khusus Menteri Keuangan, Ubaidillah Amin, menilai cara pandang inilah yang kerap terlihat dalam berbagai pernyataan Presiden Prabowo Subianto. Dalam sejumlah kesempatan, Presiden menekankan pentingnya memahami persoalan rakyat dari sudut pandang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Bukan semata-mata melalui angka-angka besar, melainkan melalui kebutuhan nyata yang dirasakan masyarakat secara langsung,” kata Ubaidillah Amin yang akrab disapa Gus Ubaid, Minggu (7/6/2026).
Di berbagai daerah, Gus Ubaid menilai, persoalan yang dihadapi masyarakat pada dasarnya memiliki kesamaan. Para orang tua berharap penghasilan mereka cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pedagang menginginkan harga bahan pokok yang stabil. Petani berharap hasil panennya memberikan keuntungan yang layak. Sementara itu, generasi muda mendambakan kesempatan kerja yang mampu menjamin masa depan mereka.
“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan publik akan lebih bermakna ketika mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Keberhasilan pembangunan tidak hanya tercermin dari capaian ekonomi nasional, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Gus Ubaid.
Gus Ubaid yang juga Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur meyakini bahwa pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan rakyat menjadi penting karena masyarakat pada akhirnya menilai hasil, bukan sekadar proses. Ketika harga kebutuhan pokok terjangkau, lapangan kerja tersedia, dan akses pendidikan semakin baik, maka manfaat pembangunan akan terasa lebih nyata.
Oleh sebab itu, pemimpin yang mampu memahami persoalan masyarakat dari akar kehidupan sehari-hari memiliki peluang lebih besar untuk menghadirkan kebijakan yang relevan dan berdampak langsung. Pada akhirnya, harapan rakyat sebenarnya sederhana, yakni hidup yang lebih sejahtera, kesempatan yang lebih baik bagi keluarga, dan masa depan yang lebih pasti.
Salah satu contoh yang menarik adalah ketika Prabowo menyampaikan bahwa masyarakat bawah tidak terlalu gusar dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Menurut Gus Ubaid, pernyataan ini menunjukkan bahwa Prabowo memahami kondisi masyarakat Indonesia. Sebagian besar masyarakat memang melakukan transaksi dengan rupiah, bukan dengan dolar. Mereka membeli beras, sayur, minyak, lauk, bensin, dan kebutuhan rumah tangga menggunakan rupiah.
Tentu saja nilai tukar rupiah tetap penting bagi ekonomi negara. Namun untuk masyarakat kecil, naik turunnya nilai tukar rupiah bukanlah persoalan yang paling dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Yang lebih penting adalah harga kebutuhan pokok tetap terjangkau, ketersediaan pangan terjaga, dan kesempatan kerja tetap terbuka.
“Selama kebutuhan dasar dapat dipenuhi dengan baik, pelemahan rupiah tidak serta-merta memberikan dampak langsung yang signifikan bagi mereka. Karena itu, perhatian utama masyarakat bawah umumnya tertuju pada stabilitas harga dan keberlangsungan penghasilan, bukan pada pergerakan kurs valuta asing,” kata Gus Ubaid.
Sudut Pandang Rakyat Biasa
Dalam hal ini, Gus Ubaid meyakini, Prabowo terlihat ingin melihat ekonomi dari sudut pandang rakyat biasa. Presiden tidak hanya melihat ekonomi dari sisi pasar uang atau perdagangan luar negeri, tetapi juga dari sisi dapur masyarakat. Ini penting, karena ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari apakah rakyat bisa hidup cukup dan tidak kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Selain itu, Prabowo juga pernah menyampaikan bahwa rakyat Indonesial pada dasarnya tidak memaksa ingin kaya raya. Rakyat hanya ingin hidup cukup dan layak.
Menurut Gus Ubaid, pernyataan ini sangat sesuai dengan kondisi banyak masyarakat Indonesia. Banyak orang tidak menuntut hidup mewah. Mereka hanya ingin punya pekerjaan, penghasilan cukup, rumah yang layak, anak bisa sekolah, keluarga sehat, dan kebutuhan sehari-hari terpenuhi.
Cara pandang seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memahami keinginan sederhana rakyat. Bagi sebagian besar masyarakat, kesejahteraan bukan berarti harus menjadi kaya, punya mobil mewah, atau hidup berlebihan. Kesejahteraan bagi rakyat adalah ketika mereka bisa makan cukup, tidak takut biaya sekolah, tidak bingung saat sakit, dan punya harapan hidup yang lebih baik.
Karena itu, dukungan kepada Prabowo dapat dilihat sebagai bentuk kepercayaan terhadap pemimpin yang memahami kebutuhan dasar rakyat. Prabowo terlihat ingin membangun Indonesia dari hal-hal yang paling penting terlebih dahulu, seperti pangan, energi, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan kesejahteraan masyarakat bawah. Hal-hal ini memang menjadi kebutuhan utama rakyat Indonesia.
Prabowo juga sering menekankan pentingnya kekayaan alam Indonesia digunakan untuk kepentingan rakyat. Indonesia adalah negara besar dengan sumber daya alam yang sangat banyak. Namun, kekayaan itu harus benar-benar dikelola agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas, bukan hanya oleh kelompok tertentu. Jika negara mampu mengelola kekayaan alam dengan baik, maka rakyat bisa hidup lebih sejahtera.
“Menurut saya, saat ini masyarakat perlu memberi kepercayaan kepada Presiden Prabowo untuk menjalankan program-programnya. Kepercayaan ini bukan berarti masyarakat tidak boleh mengkritik. Kritik tetap penting sebagai bentuk pengawasan. Namun, dukungan dan kepercayaan juga diperlukan agar pemerintah bisa bekerja dengan lebih kuat dan tenang,” kata Gus Ubaid.
108 Solusi Prabowo Subianto
Pada kesempatan berbeda, dari lingkaran dekat Istana Negara juga menggulirkan catatan terkait kepemimpinan Prabowo Subianto sejak Oktober 2024 hingga kini.
Karena itu, dilluncurkanlah buku “Presiden Solusi: Problem Solving Ala Prabowo Subianto”. Catatan ini disusun sebagai bacaan populer yang bertujuan memudahkan masyarakat memahami berbagai persoalan bangsa beserta solusi yang dijalankan pemerintahan.
Buku ini digarap bersama oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari dengan Asisten Khusus Presiden RI, Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra.
Menurut Qodari, buku tersebut tidak dirancang sebagai kajian akademik yang mendalam, melainkan sebagai ringkasan yang mudah dipahami publik mengenai berbagai kebijakan dan terobosan pemerintah. “Buku itu ditujukan untuk populer, kalau untuk edisi lengkapnya atau argumentasi lengkapnya baca buku Strategi Transformasi Bangsa,” kata Qodari saat peluncuran buku di University Club, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).
Buku tersebut mendokumentasikan sedikitnya 108 kebijakan dan terobosan pemerintahan Presiden Prabowo selama sekitar 18 bulan pertama masa kepemimpinan. Berbagai kebijakan yang tercatat dalam buku tersebut mencakup sektor pangan, pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, ekonomi, pertanian, perikanan, industrialisasi hingga digitalisasi.
Qodari menyebut sejumlah program yang telah berjalan, seperti upaya menuju swasembada pangan, pelaksanaan Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, serta pembangunan Kampung Nelayan di berbagai daerah.
Ia menilai berbagai program tersebut menunjukkan komitmen Presiden Prabowo dalam menjawab persoalan masyarakat di berbagai sektor kehidupan “Publik tahu bahwa Presiden datang membawa solusi bagi masalah-masalah yang dirasakan oleh masyarakat secara keseluruhan baik di bidang pendidikan, kesehatan, bidang ekonomi, bidang pertanian, bidang perikanan dan segala macam permasalahan yang ada dan dihadapi oleh bangsa ini,” ujarnya.
Menurut Kepala Bakom RI, Presiden Prabowo memiliki pendekatan kepemimpinan yang berorientasi pada penyelesaian masalah secara menyeluruh, termasuk persoalan-persoalan mendasar yang selama ini kurang mendapat perhatian.
Karena itu, berbagai kebijakan dan solusi yang telah dijalankan pemerintah dinilai perlu didokumentasikan dan disampaikan kepada masyarakat dalam format yang sederhana agar mudah dipahami publik maupun media.
Sementara itu, Dirgayuza Setiawan mengatakan buku tersebut disusun untuk memetakan secara sistematis berbagai kebijakan yang telah dijalankan Presiden Prabowo sekaligus memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai capaian pemerintahan.
Ia mengungkapkan bahwa tim penulis mengidentifikasi sedikitnya 108 solusi yang telah dihadirkan pemerintah dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun pemerintahan.
Menurutnya, banyaknya program yang diluncurkan dalam waktu relatif singkat mencerminkan keinginan Presiden agar manfaat kebijakan dapat segera dirasakan masyarakat. Melalui buku tersebut, berbagai kebijakan disajikan secara sederhana dengan menampilkan persoalan yang dihadapi, solusi yang dijalankan pemerintah, serta data pendukung yang relevan.
Pada kesempatan yang sama, Agung Gumilar Saputra menyampaikan bahwa buku Presiden Solusi dirancang agar mudah dipahami oleh masyarakat luas. Ia juga menekankan pentingnya melihat berbagai kebijakan dan capaian pemerintah berdasarkan data dan fakta yang utuh.
Pada akhirnya, inilah sisi utama Prabowo Subianto dalam melihat Indonesia cukup jelas. Ia ingin melihat rakyat hidup cukup, tenang, dan layak. Rakyat tidak selalu meminta kaya, tetapi ingin kebutuhan dasarnya terpenuhi. Karena itu, kepemimpinan Prabowo perlu didukung, terutama jika arah kebijakannya benar-benar berpihak pada kebutuhan rakyat kecil. Dengan kepercayaan dan dukungan masyarakat, diharapkan Indonesia bisa menjadi negara yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.
Sumber : Indonesia go id.
Penulis : Ismadi Amrin
Redaktur : Kristantyo Wisnubroto.









