Menkeu: Realisasi APBN Semester I 2026 Tetap Sehat, Defisit Terkendali di 2,85%

20260707_MK PYS_Raker Banggar dengan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia Penyampaian Pokok-pokok Laporan Realisasi Semester I oleh Menkeu dan Penyampaian Prognosis Semester II Pelaksanaan APBN TA 2026_CHY_202607070020028

JAKARTA, INFOZONE – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kinerja APBN Semester I 2026 tetap sehat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Hal itu disampaikan saat Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa 7 Juli 2026 di Jakarta.

Bacaan Lainnya

Hingga akhir Juni 2026, pendapatan negara mencatat pertumbuhan positif. Peningkatan ditopang dari penerimaan pajak, kepabeanan dan cukai, serta PNBP.

“Secara keseluruhan, capaian semester I menunjukkan bahwa momentum penerimaan negara berada pada jalur yang positif,” ungkap Menkeu.

Dari sisi belanja, pemerintah pusat telah merealisasikan Rp1.298,6 triliun atau naik 29,4% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Belanja difokuskan untuk program prioritas nasional seperti:

  1. MBG – Makan Bergizi Gratis
  2. Bantuan Sosial: Iuran JKN, Kartu Sembako, PKH
  3. KIP Kuliah
  4. Gaji ASN: termasuk THR dan gaji ke-13

Sementara transfer ke daerah mencapai Rp357,4 triliun atau 51,6% dari pagu APBN. Ini jadi realisasi tertinggi dalam 5 tahun terakhir.

APBN juga berfungsi sebagai shock absorber dengan menjaga stabilitas, termasuk mempertahankan harga BBM bersubsidi demi melindungi daya beli masyarakat.

Defisit APBN hingga Juni 2026 tercatat Rp734,3 triliun atau 2,85% terhadap PDB. Angka ini masih dalam batas aman.

“APBN 2026 bekerja keras mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan mendukung agenda prioritas pembangunan nasional dengan tetap menjaga tata kelola keuangan yang sehat, kredibel, dan akuntabel,” tutup Menkeu.

Sumber: Kemenkeu.go.id - 7 Juli 2026


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *