Jakarta, Infozone — Jelang peringatan HUT ke-80 RI, media sosial diramaikan konten-konten video aksi demonstrasi. Namun Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut mayoritas video tersebut merupakan rekaman lama, hasil editan, atau peristiwa di luar negeri yang diklaim seolah terjadi di Indonesia.
Meutya mengajak masyarakat dan media massa bersama-sama melawan hoaks dan disinformasi agar ruang digital tetap sehat.
“Kami melihat ada video lama yang diunggah ulang tanpa penjelasan waktu dan konteks. Ada juga yang betul-betul hoaks karena kejadiannya tidak pernah ada. Ada pula yang menggabungkan kejadian di negara lain seolah-olah terjadi di Indonesia,” kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (03/08/2026).
Menkomdigi menilai kecepatan media dalam menyampaikan informasi yang benar menjadi kunci mencegah penyebaran disinformasi yang meresahkan masyarakat.
“Teman-teman media silakan meliput dan memberitakan yang benar dengan cepat agar tidak memberi ruang kepada disinformasi yang masuk,” ujar Meutya didampingi Dirjen Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya.
Menurutnya, media memiliki peran strategis untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan terverifikasi. Pemberitaan yang tepat dinilai dapat mencegah masyarakat terpapar narasi palsu yang sengaja dibuat untuk memicu ketakutan.
Meutya mengingatkan, penyebaran informasi palsu bukan hanya persoalan konten digital. Dampaknya langsung ke kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Informasi hoaks itu berdampak pada keputusan orang per orang. Ada yang jadi takut keluar, ada yang khawatir ketika bekerja. Menurut saya hal itu tidak tepat, tidak benar, dan mencederai nilai-nilai demokrasi serta semangat nasionalisme di momen peringatan Hari Kemerdekaan,” paparnya.
Imbauan Menkomdigi
1. Untuk Media : Perkuat verifikasi, utamakan akurasi, dan segera klarifikasi konten yang menyesatkan.
2. Untuk Masyarakat : Jangan mudah percaya dan jangan sebarkan video hoaks demo. Cek dulu sumber, waktu kejadian, dan konteksnya.
3. Bijak Bermedsos : Hindari menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya
“Maka saya mengimbau, jangan menyebarkan informasi palsu dengan tujuan membuat ketakutan di tengah masyarakat menggunakan data yang tidak benar,” tegas Meutya.
Komdigi juga terus memantau dan menindak konten-konten hoaks yang beredar jelang HUT RI.
(Sumber: Siaran Pers Kementerian Komdigi, 3 Agustus 2026)







