Larantuka, INFOZONE – Wabup Ignas Uran Murka, Stadion Masih Berantakan, 3 Kadis Mangkir Diperintahkan Ngantor di Lapangan. Nasib kontraktor proyek pembersihan Stadion Ile Mandiri Larantuka kini di ujung tanduk. Wakil Bupati Flores Timur, Ignas Uran, S.Fil, resmi memberikan deadline mati hingga 10 November 2026.
Jika lewat tanggal tersebut stadion belum tuntas 100 persen, kontrak akan diputus!
Perintah keras ini disampaikan Wabup Ignas Uran saat inspeksi dan rapat pemantapan ETMC XXXIII di Stadion Ile Mandiri.
Wabup menemukan fakta memalukan, Stadion Ile Mandiri yang akan menjadi venue utama El Tari Memorial Cup XXXIII masih berantakan. Akar-akar pohon besar masih berserakan di area lapangan, sampah dan material masih menumpuk.
Kontraktor yang baru bekerja seminggu lebih berdalih butuh 3 hari lagi untuk menyelesaikan satu titik saja. Mendengar itu, Wabup langsung naik darah.
“Tidak ada alasan! Kerja siang malam! Alat berat tambah! Tenaga tambah! 10 November harus bersih total, harus tuntas!” tegas Ignas Uran,S.Fil dengan nada tinggi.
Tak hanya kontraktor, Wabup juga menyoroti 3 Kepala Dinas yang selama ini tidak pernah hadir dalam rapat pemantapan ETMC:
– Kadis PKO
– Kadis PU
– Kadis DLH
Wabup memerintahkan ketiganya untuk tidak lagi ngantor di ruangan ber-AC, tapi wajib ngantor di Stadion Ile Mandiri mulai hari ini untuk mengawasi langsung pekerjaan kontraktor sampai 10 November.
“Pejabat harus bermental kerja lapangan, bukan mental duduk di balik meja!” semprot Wabup.
HARGA DIRI FLOTIM DIPERTARUHKAN
Wabup menegaskan, ETMC bukan hanya urusan Persetftim, tapi harga diri seluruh masyarakat Flores Timur sebagai tuan rumah.
Seluruh mata di NTT akan tertuju ke Larantuka. Gubernur, Bupati se-NTT, dan puluhan tim akan datang. Jika stadion masih seperti kebun, Flotim akan malu besar.
“Lewat 10 November tidak selesai, saya yang akan tindak tegas! Tidak ada toleransi!” tutup Wabup.
Kini publik menunggu. Apakah kontraktor mampu kejar deadline mati 10 November?






