MADRID, INFOZONE – Kecelakaan kereta cepat tragis terjadi di Spanyol pada Rabu, 28 Oktober 2026. Sedikitnya 68 orang tewas dan 80 orang luka-luka setelah kereta cepat menabrak kereta lain yang mogok di dekat Kota Urda, selatan Madrid.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 08:53 pagi waktu setempat ini menjadi tragedi kereta api terparah di Eropa sejak tahun 2013 dan merupakan kecelakaan kereta cepat kedua di Spanyol dalam setahun terakhir.
Kronologi Kecelakaan Kereta Cepat di Urda
Dua kereta yang terlibat adalah milik Renfe, perusahaan negara Spanyol, yang membawa 397 penumpang, dan Iryo, operator swasta, yang membawa 147 penumpang. Keduanya melaju dari Madrid menuju Sevilla.
Insiden bermula pada pukul 08:30 pagi ketika sistem persinyalan utama bernama LZB mengalami kegagalan komputer. Sistem LZB adalah sistem otomatis yang menjaga jarak aman antar kereta. Akibatnya, sekitar enam kereta di jalur sepanjang 63 kilometer berhenti otomatis, termasuk dua kereta tersebut.
Kendali kemudian diambil alih oleh pusat kontrol Adif di Madrid. Pada pukul 08:36, pusat kontrol memberikan izin kepada kereta Renfe untuk kembali melaju dengan kecepatan normal.
Padahal, kereta Iryo di depannya masih mogok dan tidak bisa bergerak. Pada pukul 08:53, kereta Renfe yang melaju lebih dari 200 km/jam menghantam bagian belakang kereta Iryo. Dua gerbong Iryo anjlok dan jatuh dari jembatan layang.
Penyebab Kecelakaan: Sistem Mati dan Perintah yang Salah
Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, menyatakan kecelakaan bukan kesalahan masinis. Ia menyebut perintah dari pusat kontrol sebagai “tidak dapat dijelaskan”.
Menurut aturan kereta Spanyol, ketika sistem LZB mati, kereta hanya boleh melaju maksimal 40 km/jam agar masinis bisa melihat rintangan dan mengerem tepat waktu. Namun kereta Renfe diperintahkan melaju dengan kecepatan normal.
Pakar perkeretaapian Jose Luis Gonzalez Vallve menyebut jika sistem LZB berfungsi, rem otomatis akan aktif dan mencegah tabrakan. Ditambah, tidak ada sinyal fisik di antara kedua kereta sebagai pengaman terakhir.
Korban dan Dampak Layanan
Sedikitnya 68 orang tewas dan 52 jenazah telah dievakuasi. Sekitar 80 orang luka-luka, dengan 50 orang luka serius. Korban luka dibawa ke rumah sakit di Castilla-La Mancha dan Madrid.
Perdana Menteri Pedro Sanchez mengunjungi lokasi dan mengumumkan tiga hari berkabung nasional. Ia berjanji akan mengusut tuntas penyebab kecelakaan.
Akibat kecelakaan ini, layanan kereta cepat Madrid-Andalusia dihentikan sementara. Penjualan tiket Renfe untuk koridor tersebut dihentikan hingga 13 Desember 2026.
Kecelakaan Kedua dalam Setahun
Ini adalah kecelakaan kereta cepat kedua di Spanyol tahun ini di jalur yang sama. Pada 18 Januari 2026, kecelakaan di dekat Adamuz, Cordoba, menewaskan 46 orang yang juga melibatkan kereta Renfe dan Iryo.
Jalur Madrid-Sevilla adalah satu-satunya jalur cepat di Spanyol yang masih menggunakan sistem LZB dari tahun 1992. Pemerintah sebenarnya telah mengontrak penggantian sistem tersebut ke standar Uni Eropa sejak 2021, namun pengerjaannya masih berlangsung.
Kasus ini kini menjadi sorotan politik menjelang pemilihan umum nasional Spanyol.
Sumber : Al Jazeera







