PARIS, INFOZONE – Protes besar mengguncang Prancis sejak sebulan terakhir, ratusan ribu pelajar, mahasiswa, buruh dan guru turun ke jalan menuntut perbaikan pendidikan dan biaya hidup. Di tengah protes, satu chant viral menjadi simbol: “Bismillah, c’est les ténèbres”. ( “ini adalah kegelapan” – bahasa Indonesia _red)
Secara harfiah artinya “Dengan nama Allah, ini adalah kegelapan”, kalimat yang tidak nyambung dan sengaja dijadikan ejekan terhadap polisi.
Awal mula slogan ini dari screenshot chat Snapchat yang beredar awal Oktober. Seorang user bernama Mamadou minta masuk grup pengorganisir blokade dengan bahasa: “Halo, demi Tuhan, ini situasi lagi suram/kacau banget. Kapan blokadenya dimulai, demi Allah, bro?” disertai emoji bendera Aljazair.
Mahasiswa menilai itu adalah polisi undercover yang mencoba menyusup ke grup mereka dengan menggunakan stereotip bahasa Arab dan slang yang tidak meyakinkan. Klaim ini belum diverifikasi dan pemerintah Prancis belum berkomentar.
Youssef El Chazli, sosiolog dari Paris 8 University, mengatakan frasa ini memperkuat citra polisi yang kudet dan penuh stereotip terhadap anak muda keturunan Arab-Afrika.
Slogan tersebut kini muncul di karton-karton protes di Nantes, Paris, Marseille dan menyebar hingga Italia dan Belgia yang juga alami protes biaya hidup.
Protes ini juga menyorot isu Islamofobia di Prancis. Data Reuters tahun lalu mencatat kenaikan 72% insiden Islamofobia pada Jan-Maret 2025 dibanding 2024.
Sumber: Al Jazeera 21 Okt 2026







