WASHINGTON, INFOZONE – Dua hari menjelang pemilihan sela Amerika Serikat (US Midterm Elections 2026), Partai Demokrat masih memimpin atas Republik dengan 51,5 persen berbanding 43,1 persen berdasarkan rata-rata RealClearPolling.
Survei nasional THP/MM pada 28-29 Oktober menempatkan Demokrat unggul 54% vs 41%, sementara Emerson College 24-26 Oktober mencatat keunggulan 10 poin untuk Demokrat.
Isu biaya hidup yang diperparah perang AS-Israel vs Iran menjadi topik utama kampanye akhir.
Presiden Donald Trump dijadwalkan kampanye di Iowa dan Kansas pada Minggu (2/11), setelah sempat membatalkan lalu memutuskan kembali turun. Di Kansas, Senator Republik Roger Marshall tertinggal dari Demokrat Adam Hamilton 52% vs 43% menurut Washington Post-Schar School, meski Emerson mencatat selisih lebih tipis 50% vs 47%. Kansas sendiri belum memilih senator Demokrat sejak 1932, namun biaya pertanian dan isu imigrasi membuat persaingan ketat.
Di Michigan, kandidat Demokrat Abdul El-Sayed yang menghadapi serangan Islamofobia akan kampanye di Detroit dan Southfield melawan Republik Mike Rogers.
Lebih dari 51 juta warga AS telah memberikan suara lewat sistem mail-in. Namun angka early voting tidak menunjukkan pemenang karena tidak diketahui pilihan mereka.
Sebanyak 435 kursi DPR dan 35 kursi Senat diperebutkan. Demokrat butuh tambahan 3 kursi DPR dan 4 kursi Senat untuk merebut mayoritas.
Analis politik Natalie Jackson menilai Demokrat berpeluang besar merebut DPR, namun peta Senat masih sangat tidak jelas dan bergantung pada hasil di Michigan, Texas, Kansas, Iowa, North Carolina, dan Alaska.
Pemungutan suara akan digelar Selasa, 4 November 2026, dengan TPS pertama tutup di Indiana dan Kentucky.
–







