JAKARTA, Infozone – Musim kelam JungKwanJang Red Sparks akhirnya berakhir. Setelah terpuruk menjadi juru kunci V-League musim lalu, tim asal Daejeon yang pernah dibela Megawati Hangestri itu kini bersiap melakukan misi balas dendam di musim 2026-2027 di bawah komando pelatih baru Kwon Soon-chan.
Bagi pecinta voli Indonesia, nama Red Sparks tentu tidak asing. Tim ini adalah tim yang membawa Megawati Hangestri Pertiwi ke final V-League 2024-2025 dan menjadi runner-up setelah kalah dramatis dari Heungkuk Life Pink Spiders.
Namun euforia itu tidak bertahan lama.
Mimpi Red Sparks untuk menjadi tim kuat yang berkelanjutan hancur seketika di musim 2025-2026. Duet maut yang musim 2024-2025 mencetak 1.440 poin, Mega Watti (kini di Hyundai Hillstate) dan Vanja Bukirich, memutuskan tidak memperpanjang kontrak. Mega beralasan kesehatan ibu, Bukirich ingin tantangan di Eropa. Ditambah negosiasi dengan pemain senior Pyo Seung-ju (pindah ke Heungkuk Life) gagal.
Manajemen panik. Mereka menunjuk Elisa Zanette asal Italia sebagai pemain asing dan Wipawee Srithong asal Thailand sebagai Asia Quota. Namun keduanya gagal total. Zanette tak cocok dengan sistem voli Korea yang mengandalkan asing, Wipawee bahkan belum sempat main satu laga pun karena harus pulang ke Thailand.
Red Sparks sempat mendatangkan Inkushi asal Mongolia yang viral karena variety show, tapi hasilnya juga nihil. Hasilnya? 8 kemenangan, 28 kekalahan, 26 poin. Juru kunci untuk pertama kalinya sejak musim 2018-2019. Ironisnya, posisi juru kunci ini sebelumnya selama 4 musim berturut-turut menjadi langganan Pepper Savings Bank AI Peppers.
Petaka belum selesai. April lalu, middle blocker andalan Park Eun-jin dan Jung Ho-young (pindah ke Heungkuk Life) pergi. Puncaknya Agustus lalu, pelatih yang membawa mereka ke final, Go Hee-jin, mengundurkan diri setelah tersandung kasus tidak menyenangkan yang dilakukan staf pelatihnya.
Di tengah kekacauan, 6 Oktober lalu, atau 2 hari jelang KOVO Cup, manajemen menunjuk Kwon Soon-chan sebagai pelatih baru. Waktu persiapan yang sangat mepet.
Tapi ada secercah harapan. Di draft asing, Red Sparks mendapatkan durian runtuh: Vanja Bukirich kembali dengan status pick nomor 1! Musim ini Bukirich akan kembali ke posisi aslinya sebagai Opposite Spiker, bukan Outside Hitter seperti musim lalu. Meski sempat absen di KOVO Cup karena cedera betis, kondisinya dipastikan siap untuk laga pembuka.
Kembalinya Bukirich memungkinkan karena Red Sparks berhasil mendapatkan Asia Quota super jumbo: Zhong Hui (Jonghwi) asal China dengan tinggi 184cm.
Pemain ini langsung membuktikan diri di KOVO Cup. Dalam 3 pertandingan ia mencetak 56 poin dengan tingkat keberhasilan serangan 48,04% dan 0,55 blocking per set. Statistik yang sangat mengerikan untuk ukuran Asia Quota.
Kabar baik lainnya, setter senior Yeom Hye-seon yang musim lalu hanya main 16 laga karena operasi kedua lutut, kini sudah kembali sehat 100 persen. Padahal Red Sparks gagal dapat An Ye-rim dan melepas Kim Chae-na.
Beban Red Sparks musim ini berlipat ganda. Pasalnya, tim putra yang sekota dan serumah di Chungmu Gymnasium, Samsung Fire Bluefangs, juga menjadi juru kunci di liga putra musim lalu dan gagal total di KOVO Cup dengan 3 kekalahan.
Kini semua mata warga Daejeon tertuju pada Red Sparks putri. Mampukah Kwon Soon-chan menghapus aib musim lalu dan kembali membuat Daejeon tersenyum?
Patut ditunggu duel panas melawan mantan bintangnya, Megawati Hangestri yang kini berseragam Hyundai Hillstate.
Sumber: OhmyNews Korea – 24 Oktober 2026







