Cermati Penundaan ETMC XXXV, Theodorus Wungubelen: Jangan Terburu-buru Sebelum Ada Kepastian Hukum

InfoZone,- Larantuka| Keputusan PSSI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunda pelaksanaan Piala Gubernur Liga IV El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV di Kabupaten Flores Timur hingga Maret 2027 menuai perhatian dari internal penyelenggara. Dasar pertimbangan penundaan, khususnya terkait perubahan regulasi kompetisi, dinilai perlu dicermati secara saksama.

Wakil Ketua Panitia ETMC XXXV Kabupaten Flores Timur, Theodorus Wungubelen, SH, menyoroti poin pertama dalam surat PSSI NTT Nomor 47/PSSI-NTT/X/2026 tertanggal 22 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Dalam surat tersebut, PSSI NTT menyebutkan adanya perubahan regulasi Liga IV untuk musim kompetisi 2026/2027 yang akan disampaikan oleh PSSI Pusat.

Menurut Theodorus, penggunaan kata “akan” dalam surat tersebut menjadi hal penting yang perlu diperhatikan karena mengindikasikan bahwa perubahan regulasi dimaksud masih menunggu penyampaian resmi dari PSSI Pusat.

“Perlu dicermati, frasa yang digunakan adalah kata ‘akan’. Artinya, perubahan regulasi tersebut belum final dan masih dalam proses,” tegas Theodorus.

Atas dasar itu, ia berpandangan bahwa keputusan penundaan pelaksanaan Piala Gubernur Liga IV ETMC XXXV yang semula dijadwalkan pada 14 November 2026 sebaiknya tidak diambil secara terburu-buru sebelum terdapat kepastian resmi mengenai perubahan regulasi tersebut.

Minta Dasar Keputusan yang Jelas

Theodorus menilai, akan lebih bijak apabila keputusan strategis mengenai jadwal penyelenggaraan kompetisi didasarkan pada kepastian hukum, termasuk adanya surat edaran resmi dari PSSI Pusat yang menjelaskan perubahan regulasi Liga IV musim 2026/2027.

Menurut dia, setiap keputusan organisasi yang berdampak luas terhadap penyelenggaraan kompetisi perlu memiliki landasan yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai organisasi sepak bola yang legal dan profesional, PSSI diharapkan mempertimbangkan secara menyeluruh berbagai aspek sebelum menetapkan kebijakan yang berdampak terhadap agenda kompetisi di daerah.

“Sebagai organisasi yang legal dan profesional, setiap keputusan strategis idealnya dilandasi dasar hukum yang kuat, serta mempertimbangkan dampak ikutan, terutama bagi kesiapan tuan rumah, peserta, dan seluruh pihak terkait yang telah melakukan persiapan jauh hari,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa penundaan sebuah turnamen tidak hanya berkaitan dengan perubahan kalender pertandingan. Kebijakan tersebut juga berpotensi memengaruhi perencanaan panitia, persiapan klub peserta, kebutuhan teknis penyelenggaraan, serta berbagai pihak yang telah mengalokasikan waktu dan sumber daya untuk menyukseskan turnamen.Karena itu, menurut Theodorus, setiap perubahan jadwal perlu disertai penjelasan yang transparan agar seluruh pihak memperoleh informasi yang sama dan dapat menyesuaikan persiapan berdasarkan keputusan resmi.

Jangan Sampai Menimbulkan Polemik Baru

Lebih jauh, Theodorus berharap keputusan penundaan ETMC XXXV telah melalui kajian yang komprehensif dengan mempertimbangkan seluruh aspek penyelenggaraan, bukan semata-mata menjadi respons atas dinamika perubahan regulasi yang belum dijelaskan secara final.

Ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan persepsi adanya kepentingan lain di luar upaya pembinaan dan pengembangan sepak bola di Nusa Tenggara Timur.

Meski menyampaikan sejumlah catatan kritis, Theodorus mengajak semua pihak untuk tetap menjaga suasana kondusif dan tidak membawa persoalan penundaan ETMC XXXV ke arah polemik yang lebih luas.

Menurutnya, dinamika yang terjadi harus ditempatkan dalam kerangka evaluasi dan perbaikan tata kelola sepak bola daerah, bukan berkembang menjadi persoalan suksesi kepemimpinan PSSI Provinsi NTT.

“Mari kita kawal bersama agar dinamika ini tidak melebar menjadi polemik suksesi kepemimpinan PSSI Provinsi, dan tetap fokus pada tujuan utama kita: memajukan sepak bola Nusa Tenggara Timur,” ajaknya.

Menunggu Penjelasan Resmi

Sebelumnya, melalui surat Nomor 47/PSSI-NTT/X/2026 tertanggal 22 Oktober 2026, PSSI NTT menyampaikan bahwa pelaksanaan Piala Gubernur Liga IV ETMC XXXV di Flores Timur yang semula dijadwalkan pada 14 November 2026 ditunda ke Maret 2027.

Surat yang ditandatangani Plt. Ketua PSSI Provinsi NTT, P. Christian Mboeik, tersebut menyebut perubahan regulasi Liga IV musim kompetisi 2026/2027 sebagai salah satu pertimbangan penundaan. Surat itu juga menyatakan bahwa hal-hal terkait pelaksanaan turnamen akan dikoordinasikan lebih lanjut.

Dengan adanya catatan dari Wakil Ketua Panitia ETMC XXXV Flores Timur tersebut, penjelasan resmi mengenai perubahan regulasi dan dasar pertimbangan penundaan menjadi hal yang dinantikan.

Kejelasan informasi diharapkan dapat menjawab pertanyaan publik sekaligus memberikan kepastian bagi panitia, klub peserta, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mempersiapkan penyelenggaraan ETMC XXXV.

Pada akhirnya, transparansi, kepastian regulasi, dan komunikasi yang baik menjadi penting agar dinamika penundaan ini tidak menghambat semangat bersama untuk membangun sepak bola NTT yang lebih profesional dan berprestasi.(*RS)

 

Pasang Iklan di Infozone - 5000+ pembaca

👆 Klik untuk Pasang Iklan - Mulai 5.000+ / hari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *