Demo Besar Prancis Protes Macron, Serukan Revolusi – 410 Ribu Turun ke Jalan

Oplus_131072

Petugas mengawal aksi/ foto 

PARIS, Infozone – Ratusan ribu orang kembali turun ke jalan di seluruh Prancis dalam gelombang kedua protes besar menentang biaya hidup dan kondisi sekolah yang memburuk, Sabtu (24/10/2026).

Bacaan Lainnya

Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat 410.000 orang demo secara nasional, termasuk 110.000 di Paris. Namun serikat buruh CGT mengklaim jumlahnya hampir dua kali lipat.

Di Paris, massa mulai dari Porte d’Italie menuju Porte de Vincennes. Awalnya damai dan ceria dengan pelajar, guru, buruh, dan perawat. Menjelang malam, bentrokan pecah. Polisi menembakkan gas air mata dan water cannon. Sekitar 500 perusuh dilaporkan bentrok.

Pemerintah Prancis kerahkan 70.000 polisi dan gendarme di seluruh negeri, 20% lebih banyak dari pekan lalu. Bahkan unit elit RAID anti-terorisme ikut disiagakan. Hampir 1.000 orang ditangkap nasional, 65 di Paris.

Protes pekan lalu (17 Oktober) berakhir ricuh — ribuan toko dirusak dan 2.000 orang ditahan. Itu jadi kerusuhan terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Pemicu protes: sejak September, siswa SMA blokade sekolah karena gedung rusak, kekurangan guru, dan sistem masuk universitas Parcoursup yang dinilai tidak adil. Kini meluas jadi protes biaya hidup, ketimpangan, dan tuntutan pengunduran diri Presiden Emmanuel Macron.

Menariknya, protes terjadi 6 bulan jelang Pilpres Prancis 2027. Macron tak bisa maju lagi, dan jajak pendapat menempatkan Marine Le Pen dari sayap kanan sebagai calon terkuat. Di Orleans, massa teriakan anti-fasis terhadap partai Le Pen, National Rally.

Presiden Macron pada Jumat sempat bertemu perwakilan mahasiswa dan janji tambah guru serta rombak sistem Parcoursup, tapi gagal meredam aksi.

Akibat demo, 24 stasiun metro Paris ditutup, Louvre, Musee d’Orsay tutup, dan program Art Basel Paris dibatalkan. Toko-toko di pusat kota pasang panel pelindung dan sewa sekuriti swasta.

Gerakan ini mirip Yellow Vest 2018 yang juga dipicu biaya hidup. Tagline pendemo: “Terlalu banyak miliarder; kami siapkan revolusi”.

 

Sumber: Al Jazeera – 24 Oct 2026

 

Pasang Iklan di Infozone - 5000+ pembaca

👆 Klik untuk Pasang Iklan - Mulai 5.000+ / hari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *