PEKANBARU, INFOZONE.CO.ID – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) STAI Al-Azhar Pekanbaru Tahun 2026 menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) sebagai langkah awal membentuk kader yang berintegritas, berkarakter, dan peduli terhadap sesama.
Kegiatan MAPABA ini diisi dengan penyampaian materi oleh para pemateri berpengalaman dari PMII Kota Pekanbaru. Selain menjadi ruang pengenalan nilai-nilai dasar organisasi, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat solidaritas, membangun kesadaran kritis, dan menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan mahasiswa.
Tidak hanya berfokus pada proses pengkaderan, PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru juga menggelar aksi berbagi kepada sesama. Aksi sosial tersebut menjadi wujud nyata bahwa pergerakan mahasiswa tidak hanya berbicara tentang gagasan dan perubahan, tetapi harus hadir melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan berbagi ini sekaligus menegaskan bahwa nilai kemanusiaan merupakan bagian penting dari proses pembentukan kader PMII. Sebab, intelektualitas tanpa kepedulian sosial akan kehilangan makna.
Ketua Komisariat PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru, Abdul Kholid, menyampaikan bahwa MAPABA ini diharapkan menjadi sinyal positif untuk meningkatkan antusiasme seluruh kader dalam merawat dan membesarkan PMII di lingkungan kampus STAI Al-Azhar Pekanbaru.

“Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan ke depannya menjadi sinyal positif dan bentuk antusiasme kita bersama untuk terus merawat, menjaga, serta membesarkan PMII di kampus STAI Al-Azhar Pekanbaru. Saya berharap semangat kebersamaan ini tidak berhenti hanya pada kegiatan MAPABA, tetapi terus tumbuh dalam setiap proses dan langkah perjuangan kita,” ujar Abdul Kholid.
Ia menegaskan, pengkaderan tidak semata-mata bertujuan menambah jumlah anggota, tetapi harus mampu melahirkan kader yang memiliki kesadaran intelektual, tanggung jawab moral, serta kepekaan terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.
“Melalui pengkaderan MAPABA ini, saya berharap setiap kader, khususnya dalam aspek kemanusiaan, mampu meningkatkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kita harus terus mengembangkan pergerakan yang positif, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abdul Kholid berharap kegiatan ini menjadi titik awal bagi kader baru untuk terus belajar, berproses, dan mengembangkan potensi diri. Menurutnya, PMII harus menjadi ruang pembelajaran yang mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian menyuarakan kebenaran dan berpihak kepada masyarakat.
Ke depan, PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru diharapkan semakin solid dalam membangun tradisi intelektual, memperkuat solidaritas antarkader, serta menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat luas.
MAPABA bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan pintu awal untuk memasuki perjalanan panjang pengabdian dan perjuangan. Dari proses inilah diharapkan lahir kader-kader yang mampu menjaga nilai-nilai PMII, menghidupkan semangat Dzikir, Fikir, dan Amal Sholeh, serta menjadikan kepedulian sebagai bagian dari identitas pergerakan.

—
Laporan: Tim INFOZONE Pekanbaru







