676 Sekolah di Jatim Dapat Revitalisasi 2026, Rinciannya 248 SMA, 307 SMK, 121 SLB

Surabaya, Infozone – Sebanyak 676 satuan pendidikan di Jawa Timur mendapatkan program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada tahun 2026. Rinciannya terdiri dari 248 SMA, 307 SMK, dan 121 SLB, termasuk sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam kegiatan Penguatan Implementasi Program Prioritas dan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Jawa Timur, Senin (29/9/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Mu’ti, revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran merupakan program prioritas yang diamanatkan Presiden Prabowo Subianto kepada Kemendikdasmen.

“Penguatan pendidikan dilakukan melalui empat fondasi, yaitu infrastruktur fisik melalui revitalisasi dan digitalisasi, infrastruktur pedagogis melalui peningkatan kualitas pendidik, infrastruktur budaya melalui penguatan karakter, serta infrastruktur regulasi,” ujar Mu’ti.

Untuk memperbaiki sarana belajar, pemerintah menargetkan perbaikan bertahap untuk sekolah dengan kerusakan sedang dan berat. Pada 2025 lalu, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi. Pada 2026, target meningkat menjadi 71.744 satuan pendidikan melalui dukungan tambahan APBN.

Pelaksanaan revitalisasi dilakukan dengan mekanisme swakelola, sehingga lebih efisien, dikelola langsung oleh sekolah, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Mekanisme ini juga melibatkan masyarakat setempat sehingga turut menggerakkan ekonomi lokal.

“Prioritas 2026 diberikan kepada satuan pendidikan yang terdampak bencana, berada di daerah 3T, serta mengalami kerusakan berat. Saya ingin mengajak semua kita untuk mendukung program ini. Jangan ada yang mengganggu program ini untuk kepentingan pribadi,” tegas Mu’ti.

Selain revitalisasi fisik, pemerintah juga mendorong Digitalisasi Pembelajaran melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP), laptop, dan materi pembelajaran digital. Pada 2026, setiap satuan pendidikan ditargetkan memperoleh tiga unit IFP disertai pelatihan guru.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, mengapresiasi dukungan pusat tersebut. Menurutnya, revitalisasi bukan sekadar memperbaiki gedung.

“Bagi kami, revitalisasi bukan hanya soal memperbaiki gedung atau tembok. Revitalisasi harus menghidupkan kembali semangat sekolah. Gedung boleh baru, tetapi yang jauh lebih penting bagaimana di dalam gedung ini lahir pembelajaran yang lebih baik,” pungkas Aries.

 

Sumber: Siaran Pers Kemendikdasmen Nomor 837/sipers/A6/IX/2026

 

🚨 IMBauAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA 🚨

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

ASAP MERUSAK KESEHATAN, API MERUSAK MASA DEPAN!
Pelaku Pembakaran: Penjara 15 Tahun | Denda Rp 5.000.000.000,-
Bersama Kita Cegah Karhutla, Wujudkan Riau Hijau Tanpa Asap

Laporkan titik api: Polsek | Polres | BPBD | Manggala Agni | Call 112

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *