DUMAI, INFOZONE – Kobaran api dan kepulan asap di lahan gambut tak menyurutkan langkah Sari Rahayu. Rescuer Unit Siaga SAR Dumai itu ikut turun langsung bersama tim gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Dumai.
Sari terlibat dalam operasi pemadaman yang berlangsung di Jalan Parit Saru, Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Selasa (8/9/2026). Bersama personel Unit Siaga SAR Dumai, ia bahu-membahu dengan TNI, Polri, BPBD Kota Dumai, Manggala Agni dan unsur terkait lainnya.
Medan yang dihadapi bukan perkara mudah. Area yang terbakar dipenuhi semak dan vegetasi kering, sementara asap membuat jarak pandang terbatas dan aktivitas pemadaman menjadi lebih sulit.
Dengan mengenakan perlengkapan keselamatan lengkap, tim gabungan tetap bergerak untuk melokalisasi titik api agar tidak menjalar lebih luas.
Bagi Sari, berada di tengah operasi pemadaman bukan hal yang dibatasi statusnya sebagai perempuan. Sebagai rescuer, ia memandang tugas kemanusiaan sebagai kehormatan.
“Walaupun saya perempuan, saya seorang rescuer. Karena tugas bagi saya adalah suatu kehormatan,” terang Sari.
Keberadaan Sari di lapangan membuktikan bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk mengambil peran dalam operasi kemanusiaan. Bukan hanya mendukung dari belakang, tetapi ikut langsung menghadapi medan penuh risiko.
“Tugas adalah kehormatan. Pengabdian tidak mengenal batas,” pungkasnya.
Dalam penanganan karhutla, kerja tim menjadi kunci. Kolaborasi BASARNAS, TNI, Polri, BPBD Kota Dumai, Manggala Agni dan unsur lainnya menjadi kekuatan menghadapi kondisi darurat.
Keterlibatan Sari juga merupakan bagian dari dukungan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru terhadap penanganan situasi kedaruratan di wilayah kerjanya.
Basarnas memastikan dukungan terhadap penanganan darurat akan terus dilakukan bersama instansi terkait.
Sumber : Media Center Provinsi Riau | 8 September 2026, 18:40 WIB








