1478 Titik Panas di Kalimantan, Puan Maharani: Ini Situasi Darurat

JAKARTA, Infozone – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah segera mengatasi kebakaran hutan dan lahan Karhutla, terutama di wilayah Kalimantan yang kondisinya semakin parah. Ia juga menekankan pentingnya pelindungan terhadap masyarakat atas dampak Karhutla.

“Lonjakan titik panas Karhutla harus diperlakukan sebagai situasi yang membutuhkan intervensi cepat. Kondisi Karhutla yang semakin parah, terutama di Kalimantan, harus segera diatasi,” kata Puan, Jumat 21/8/2026.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan laporan terbaru BNPB, sebaran titik panas di Kalimantan tertinggi berada di:

– Kalimantan Tengah : 767 titik

– Kalimantan Barat : 560 titik

– Kalimantan Selatan : 74 titik

– Kalimantan Timur : 74 titik

– Kalimantan Utara : 3 titik

Total ada 1.478 titik panas di Pulau Kalimantan.

Karhutla yang semakin parah menimbulkan dampak luas:

1. Penurunan kualitas udara hingga kategori berbahaya

2. Lonjakan kasus ISPA

3. Terganggunya aktivitas warga dan sekolah

4. Kerusakan habitat satwa

5. Kabut asap lintas batas yang memengaruhi negara tetangga

Bahkan di Banjarbaru dan Kalimantan Selatan, jarak pandang hanya tersisa 10 meter akibat kabut pekat.

Puan meminta Pemerintah menetapkan zona operasi prioritas Karhutla berdasarkan hotspot berulang, kondisi gambut, kekeringan, dan kedekatan dengan permukiman.

“ Kabupaten dengan risiko tertinggi harus mendapat tambahan personel, pompa, kendaraan tangki, sumber air, serta dukungan udara untuk pemadaman,” ujarnya.

Puan juga mendorong pemerintah pusat mengambil alih jika kapasitas daerah tidak memadai dan memastikan petugas lapangan mendapat APD lengkap seperti baju tahan api, masker respirator, dan sepatu bot.

“ Perlindungan terhadap masyarakat harus sama besarnya dengan intervensi pemadaman Karhutla,” tegas Puan.

Ia meminta pemerintah mengecek kualitas udara setiap hari. Jika Indeks Pencemaran Udara melebihi ambang batas, masyarakat diminta menghentikan aktivitas luar rumah.

Selain itu, pemerintah daerah wajib:

– Buka layanan kesehatan tambahan untuk anak, lansia, ibu hamil, dan penderita pernapasan

– Siapkan stok masker

– Siapkan skenario penyesuaian sekolah jika kualitas udara memburuk

Puan juga menyoroti dampak lintas negara. Ratusan sekolah di Malaysia libur dan Singapura meminta warganya waspada.

“Jangan menunggu sampai negara sahabat kembali melayangkan keberatannya karena Karhutla tidak cepat diselesaikan,” tegasnya.

Terakhir, Puan mendorong penegakan hukum terhadap pihak yang sengaja membakar lahan.

 

Sumber: DPR RI

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *