BWS: 4 DAS Sungai Besar di Riau Kritis 80% Akibat Sawit

Ilustrasi : Sungai di Rokan Hulu, sumber foto : Instagram Inforokanhulu.com

PEKANBARU, INFOZONE – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III menyatakan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Riau saat ini sudah dalam kondisi kritis.

Bacaan Lainnya

4 sungai besar di Riau yang masuk kategori kritis yakni Sungai Indragiri, Sungai Kampar, Sungai Rokan, dan Sungai Siak.

Kepala BWS Sumatera III Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU Daniel, ST., MT. menyebut tingkat kerusakan DAS empat sungai tersebut sudah mencapai 71-80 persen.

“Kalau ditanya kondisi DAS empat sungai besar itu, bisa dibilang sudah dalam kondisi kritis 71-80 persen,” katanya di Pekanbaru, Jumat 31 Juli 2026.

Menurut Daniel, kerusakan DAS berdampak langsung ke kondisi sungai. Tidak ada lagi hutan dan akar pohon yang menahan saat terjadi bencana.

Penyebab utamanya adalah alih fungsi DAS menjadi area perkebunan kelapa sawit.

“Kami tidak menyalahkan salah satu pihak, tapi regulasi yang harus dibenahi. Saat penerbitan izin itu dikeluarkan secara gelondongan, padahal di dalamnya ada sungai yang ada DAS nya dan tidak boleh ada aktivitas perkebunan,” ujarnya.

Daniel, ST., MT./ foto

Selain itu, pendangkalan sungai juga terjadi di hampir seluruh ruas. Dari total panjang sekitar 2.300 Km empat sungai besar di Riau, banyak yang dangkal akibat aktivitas penambangan pasir dan emas di hulu.

“Untuk menanggulangi kondisi tersebut, tidak bisa hanya BWS saja tapi juga harus ada kolaborasi dari pemerintah daerah,” tegasnya.

Daniel menyebut jika kerusakan DAS dan pendangkalan dibiarkan, maka akan muncul 2 masalah besar: banjir saat hujan dan kekeringan saat kemarau.

“Idealnya jika lebar sungai 100-200 meter, itu sempadannya yang harus terjaga itu 200 meter. Tapi faktanya di lapangan saat ini dari hulu ke hilirnya sudah tidak ada lagi,” katanya.

Sumber: MC Riau


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *