PEKANBARU, RIAU, Infozone – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus mengintensifkan pencarian terhadap seorang warga binaan yang melarikan diri saat menjalani pengobatan di Rumah Sakit PMC Pekanbaru.
Sejak hari pertama kejadian, Lapas Pekanbaru langsung melakukan langkah cepat dan terukur sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan akuntabilitas.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru menegaskan proses pengejaran dilakukan secara intensif melalui sinergi dengan aparat penegak hukum. Pelacakan masih berlangsung hingga saat ini.
Sebagai bentuk keseriusan, sejak awal kejadian telah dibentuk tim gabungan yang terdiri dari jajaran Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Riau, dan Kepolisian. Tim ini bekerja terpadu untuk mempercepat proses pencarian dan penangkapan kembali.
Di sisi lain, Lapas Pekanbaru juga mengambil langkah tegas terhadap pengawasan internal. Tiga orang petugas yang bertugas mengawal warga binaan tersebut telah dibebastugaskan dan kini menjalani pemeriksaan oleh Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Riau.
Pemeriksaan dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan. Apabila terbukti ada pelanggaran atau unsur kelalaian, maka akan diberikan sanksi tegas sesuai peraturan perundang-undangan dan disiplin pegawai.
Lapas Kelas IIA Pekanbaru menegaskan akan bersikap terbuka kepada publik terkait perkembangan kasus ini. Masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan warga binaan diminta segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum atau Lapas Pekanbaru.
“Kami mohon doa, dukungan, dan partisipasi aktif masyarakat agar proses pencarian segera membuahkan hasil,” ujar pihak Lapas.
Sinergi antara masyarakat, aparat penegak hukum, dan media dinilai penting untuk mendukung keberhasilan penangkapan. Diharapkan ini juga jadi momentum memperkuat sistem pengamanan dan pengawalan di lingkungan pemasyarakatan***.









