Gempa di Venezuela Tewaskan 5000 Orang, 3 Minggu Berlalu Keluarga Masih Mencari Jenazah di Reruntuhan

Warga mencari korban gempa di reruntuhan La Guaira Venezuela 20 Juli 2026 / Foto

La Guaira, Infozone – Hampir tiga minggu berlalu sejak gempa kembar berkekuatan 7.2 dan 7.5 magnitudo mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026. Namun duka di La Guaira belum berakhir. Ribuan keluarga masih menggali reruntuhan dengan tangan kosong, berharap menemukan jenazah orang terkasih yang hilang tertimbun beton.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan laporan terbaru, jumlah korban tewas akibat gempa Venezuela sudah melampaui 5.000 orang. Angka ini terus bertambah seiring tim pencari masih menemukan jenazah di bawah puing-puing bangunan yang runtuh di wilayah La Guaira, utara Venezuela.

Ivan Chino, salah satu warga, menjadi gambaran pilu dari tragedi ini. Ia kehilangan 7 anggota keluarga sekaligus ketika gedung apartemen mereka ambruk. Sejak hari pertama, Chino dan keluarga lainnya rutin mendatangi lokasi reruntuhan setiap pagi dengan sekop, linggis, dan palu.

“Tidak ada yang bisa menghentikan kami. Kami akan terus mencari dengan tangan, kuku, sekop, palu – apapun yang kami punya. Kami berhutang pada keluarga kami. Ini adalah rasa sakit kami,” ujarnya.

Fase awal bencana difokuskan pada penyelamatan korban hidup. Tim berhasil mengevakuasi sekitar 280 orang dalam kondisi hidup dan mengevakuasi hampir 477 jenazah.

Kini, tiga minggu pasca gempa, misi berubah menjadi pemulihan. Alat berat terus dikerahkan untuk membersihkan puing, sementara keluarga korban masih bergantung pada tenaga manual karena keterbatasan mesin.

Koordinator pencarian, Dani Herrera, mengatakan: “Pekerjaan kami belum selesai. Bahkan hari ini kami masih terus mengevakuasi korban dan membersihkan puing.”

Bagi keluarga korban, luka paling dalam bukan hanya kehilangan, tapi ketidakpastian. Tanpa jenazah, tidak ada pemakaman, tidak ada makam, dan tidak ada cara untuk berduka dengan layak.

Di kantor lapangan sementara, keluarga menyerahkan foto dan data orang hilang kepada petugas untuk dicocokkan dengan jenazah yang ditemukan. Ini menjadi tahap kedua dari pencarian – pencarian lewat dokumen, bukan alat.

Tantangan terbesar saat ini adalah minimnya alat berat untuk memindahkan balok beton besar. Keluarga percaya akses alat yang lebih cepat bisa mempercepat proses evakuasi. Sementara itu pemerintah terus berkoordinasi untuk pembersihan di area paling terdampak.

Tiga minggu pasca gempa Venezuela, harapan akan keajaiban sudah memudar. Yang dicari keluarga sekarang hanyalah kepastian: di mana orang yang mereka sayangi berada, agar bisa dimakamkan dengan layak dan dikenang sebagai manusia, bukan sekadar angka dalam daftar orang hilang.

Sumber: Al Jazeera English
Penulis: Ahmad Jarrar
Tanggal Publikasi: 21 Juli 2026
Lokasi: La Guaira, Venezuela
Foto: Gaby Oraa / Reuters

Catatan Redaksi Infozone:
Artikel ini disadur dan diterjemahkan dari laporan Al Jazeera English berjudul “Searching for closure: Venezuela families refuse to give up after quakes” terbit 21 Juli 2026.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *