WASHINGTON, Infozone.co.id – Perayaan Hari Kemerdekaan ke-250 Amerika Serikat pada Sabtu (4/7/2026) diwarnai cuaca ekstrem. Badai petir menunda pidato Presiden Donald Trump di National Mall, Washington DC selama hampir 2 jam.
Berpidato di hadapan ribuan pendukung setelah cuaca mereda, Trump menyebut peringatan 250 tahun AS sebagai “salah satu momen paling membahagiakan dan mulia” dalam sejarah bangsa.
Ia memberi penghormatan kepada para veteran, termasuk veteran Perang Dunia II. Trump juga memuji kekuatan militer AS dan mengklaim telah “melumpuhkan” militer Iran.
Dalam pidatonya yang bernuansa kampanye, Trump mendorong pengesahan UU SAVE America Act yang mewajibkan ID dan bukti kewarganegaraan untuk memilih. Ia juga kembali menyerang sayap progresif Partai Demokrat yang disebutnya “komunis” dan “seperti kanker yang harus dipotong”.
Di New York City, pertunjukan kembang api Macy’s dimajukan 30 menit karena ancaman badai. Beruntung hujan dan petir tidak jadi datang.
Sementara itu sejumlah kota membatalkan perayaan. Di antaranya Hartford, Connecticut, Harrisburg dan Wilkes-Barre di Pennsylvania. Di Boston, penonton sempat diminta berteduh sebelum acara dilanjutkan. Pittsburgh juga memajukan jadwal kembang api.
Di Washington DC, otoritas memerintahkan evakuasi karena cuaca. Pengunjung sempat berlindung di museum selama beberapa jam sebelum kembali ke area National Mall. Suhu saat itu mencapai 39 derajat Celcius.
Pemerintahan Trump melalui grup “Freedom 250” menggelar “Great American State Fair” sepanjang 2,4 km di National Mall dengan bianglala, stan kelompok konservatif, dan kontraktor pertahanan.
Beberapa negara bagian pimpinan Demokrat menolak mengirim delegasi. Banyak pengisi acara juga mundur karena khawatir acara dipolitisasi.
Trump juga menggelar reli iman, pertandingan MMA di halaman Gedung Putih untuk ulang tahunnya ke-80 pada 14 Juni, dan dijadwalkan ada balapan IndyCar di Washington pada Agustus.
Sumber: Al Jazeera, AP & Reuters
Editor. : Redaksi Infozone









