SEOUL, Infozone – Skandal ‘pelecehan seksualyang melibatkan pelatihJung Kwan Jang Red Sparkskembali memanas. Kali ini sorotan mengarah kePelatih Kepala Go Hee-jinyang ditudingmembiarkankejadian dantidak melakukan perlindungan` terhadap korban.
Desakan agar Go Hee-jin segera mundur dan pemberian sanksi permanen kini digaungkan para penggemar bola voli Korea.
Kronologi: Pelukan di Atas Panggung Makan Malam Tim
Berdasarkan laporan media Korea, insiden terjadi pada akhir Januari 2026 saat acara makan malam tim. Seorang pelatih berinisial Lee diduga melakukan tindakan tidak pantas dengan mendudukkan seorang pemain di pangkuannya dan memeluknya.
Yang membuat publik geram, Go Hee-jin selaku pelatih kepala disebut-sebut berada di lokasi kejadian namun tidak melerai tindakan tersebut. Bahkan suasana disebut tidak nyaman hingga beberapa pemain melambaikan tangan.
Tuduhan “Pembiaran” dan Tanggung Jawab Pelatih Kepala
Masalah makin besar karena klub baru mengaku mengetahui kasus ini pada Mei 2026, atau 4 bulan setelah kejadian.
Dalam sebuah wawancara, Go Hee-jin hanya menyebut ini "kasus yang sedang dalam penyelidikan" dan khawatir "akan jadi beban besar bagi klub dan dunia voli".
Namun menurut analisis media Naver Mate, sikap Go Hee-jin justru bermasalah. Ia dituding tidak memisahkan korban dan pelaku hingga ada laporan resmi, serta berpotensi menutup-nutupi kasus tersebut.
Lebih lanjut, artikel tersebut juga menyorot riwayat Go Hee-jin yang sebelumnya pernah terlibat kontak fisik tidak perlu dan mengajak pemain ke tempat hiburan malam.
Aturan KOVO: Ancam Sanksi Skorsing 1 Tahun
Kasus ini kini ditangani Pusat Etika Olahraga Korea. Hasil akhir investigasi dijadwalkan keluar akhir Agustus 2026.
Media Korea menyoroti Pasal 12 Ayat 1 Peraturan Komite Perlindungan Hak Asasi Atlet KOVO yang menyatakan:
“Orang yang membantu atau menutupi tindakan kekerasan termasuk kekerasan seksual akan dikenai sanksi skorsing 1 tahun”
Fans Bergerak: Petisi “Pecat Permanen”
Gelombang kemarahan melanda penggemar. Mereka menilai surat permintaan maaf klub tanggal 17 Juli sebagai "minta maaf asal-asalan" karena tidak menyebut kata pelecehan dan tidak meminta maaf ke korban.
Kini fans meluncurkan petisi online yang menuntut pemecatan permanen bagi pelatih pelaku dan juga Go Hee-jin. Hasil petisi rencananya akan diserahkan ke Kementerian Hukum, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, dan Kementerian Olahraga Korea.
PENUTUP
Dengan statusnya yang kini diberhentikan sementara, peluang Go Hee-jin kembali melatih Red Sparks disebut sudah hampir mustahil. Publik kini menunggu langkah tegas dari klub dan KOVO untuk memastikan perlindungan atlet menjadi prioritas utama.
Sumber:
- The Gate, “정관장, ‘성추행’ 뺀 사과 같지 않은 사과문…”, 17 Juli 2026
- Naver Mate – Aposit, “성추문 묵인하고 분리 조치도 없었다…”, 16 Juli 2026
- KOVO, Peraturan Komite Perlindungan Hak Asasi Atlet Pasal 12 Ayat 1
Catatan Redaksi Infozone:
Artikel ini disusun berdasarkan laporan media Korea Selatan dan diterjemahkan untuk kepentingan informasi publik.









