RIO DE JANEIRO, Infozone – Ribuan orang turun ke jalan di Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (7/10/2026). Aksi yang dipimpin mahasiswa ini menolak kebangkitan kelompok sayap kanan dan menolak calon presiden Flavio Bolsonaro.
Aksi ini digelar hanya beberapa hari setelah putaran pertama Pilpres Brasil. Senator sayap kanan Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, meraih suara terbanyak dengan 47 persen, mengungguli petahana Presiden Luiz Inacio Lula da Silva yang meraih 45 persen.
Karena tidak ada yang meraih di atas 50 persen, keduanya akan bertarung di putaran kedua (runoff) pada 25 Oktober 2026.
Massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan “Never again Bolsonaro” dan “No to the father, no to the son” serta “Dictatorship never again“. Sejumlah pengunjuk rasa juga membawa flare dan membakar kembang api saat long march menuju Cinelandia Square, melewati Theatro Municipal yang ikonik.
“Saya di sini karena saya percaya pada demokrasi. Karena saya takut,” kata Alice Carneiro (25), salah seorang peserta aksi. Ia mengaku takut terjadi kemunduran hak, terutama bagi istrinya yang seorang transgender, jika pemerintahan sayap kanan kembali berkuasa.
Flavio Bolsonaro sendiri maju dengan dukungan penuh dari sang ayah, Jair Bolsonaro. Mantan Presiden Brasil periode 2019-2023 itu saat ini sedang menjalani hukuman 27 tahun penjara setelah divonis bersalah merencanakan upaya pembatalan hasil pemilu 2022 yang berujung pada penyerbuan gedung pemerintahan oleh pendukungnya pada 2023.
Jair Bolsonaro juga dilarang memegang jabatan publik selama 8 tahun karena menyebarkan klaim tak berdasar soal sistem pemilu. Namun sang anak, Flavio, menjanjikan amnesti untuk ayahnya jika terpilih, janji yang membuat para pengunjuk rasa khawatir.
“Sangat menyedihkan melihat kebangkitan Bolsonarisme di Brasil,” ujar Emmanuel Araujo (19).
Sumber Asli: Al Jazeera English
Judul Asli: ‘No to the father, no to the son’: Thousands march in Rio against Bolsonaro
Penulis: Al Jazeera Staff and AFP
Tanggal Rilis: 7 Oktober 2026
Foto: REUTERS/Tita Barros, EPA/Andre Coelho, AFP/Pablo Porciuncula & Mauro Pimentel
Diterjemahkan dan diolah oleh: http://Infozone.co.id







