Pekanbaru, Infozone – Resensi Majalah DMDI Edisi VI-2026: Menyalakan Kembali Cahaya Melayu-Islam dari Riau menjadi sorotan. Majalah yang menampilkan tokoh Dr. H. Rusli Effendi ini bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan ajakan merenungkan arah kemajuan zaman.
Judul: DMDI Magazine Edisi VI / 2026
Tema Utama: Menyalakan Kembali Cahaya Melayu-Islam dari Riau
Tokoh Fokus: Dr. H. Rusli Effendi (Ketua Umum Persatuan Masyarakat Riau Indonesia – PMRI)
Di tengah derasnya pembangunan fisik dan kemajuan teknologi, Dr. Rusli Effendi mengingatkan bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini adalah krisis peradaban. Kita sering mengejar gedung dan angka ekonomi, namun melupakan akar nilai, adab, serta identitas Melayu-Islam yang menjadi panduan hidup.
Menurut gagasan beliau dalam Majalah DMDI Edisi VI 2026 ini, kemajuan tidak boleh kehilangan jiwa. Teknologi dan ekonomi hanyalah alat, sedangkan kompas yang harus dipegang adalah budaya dan ajaran Islam. Melayu bukan sekadar suku atau asal-usul, melainkan sistem nilai yang berpusat pada iman, kesantunan, semangat belajar, dan gotong-royong.
Selain tulisan utama tentang pemikiran Dr. Rusli Effendi, majalah ini juga memuat ulasan tentang peringatan 357 tahun Kota Padang dengan visi menjadi kota gastronomi dunia, pandangan tokoh DMDI dari luar negeri, serta gagasan kolaborasi antar-negara serumpun di bawah jaringan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) yang tersebar di 23 negara.
Kelebihan Majalah DMDI Edisi VI 2026:
1. Mengangkat gagasan lokal Riau-Minangkabau ke tataran perbincangan internasional
2. Bahasanya mendalam namun mudah dipahami, cocok untuk pembaca umum hingga peneliti budaya
3. Menyeimbangkan semangat kemajuan modern dengan pelestarian warisan leluhur
Kekurangan:
Beberapa bagian tulisan cukup panjang dan padat, sehingga perlu waktu lebih untuk dipahami sepenuhnya. Fokus utama masih pada pemikiran tokoh senior, suara generasi muda belum banyak ditampilkan secara mendalam.
Kesimpulan
Majalah DMDI ini adalah panggilan untuk membangun masa depan tanpa meninggalkan akar. Bagi pembaca di Riau khususnya, buku ini mengingatkan bahwa daerah kita bukan hanya tanah penghasil sumber daya alam, melainkan mercusuar peradaban Melayu-Islam yang dapat dikemukakan ke dunia luas. Sangat cocok dibaca oleh siapa saja yang peduli budaya, pembangunan daerah, dan masa depan generasi muda.
Tim Redaksi : Infozone co. id.







