Polda NTT Pastikan Rekrutmen Polri Berjalan BETAH, Tegaskan Tidak Ada Aliran Dana kepada Pejabat dalam Kasus Bripka HRO

KUPANG, INFOZONE – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan komitmennya menjaga integritas proses penerimaan anggota Polri dan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan oknum anggota.

Penegasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers terkait dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik profesi Polri oleh oknum anggota Polres Timor Tengah Selatan (TTS), Bripka HRO, yang diduga menjanjikan kelulusan melalui jalur khusus dalam proses rekrutmen anggota Polri.

Bacaan Lainnya

Konferensi pers berlangsung di Lobi Bidhumas Polda NTT, Jumat (30/10/2026), dipimpin Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., didampingi Kabidpropam Polda NTT AKBP Muhammad Andra Wardhana, S.H., S.I.K., M.Tr.Opsla.

Polda NTT Tidak Menoleransi Penyimpangan Rekrutmen

Mengawali konferensi pers, Kombes Pol. Henry Novika Chandra menegaskan bahwa Polda NTT berkomitmen menjaga kehormatan, marwah, dan integritas institusi Polri tanpa kompromi terhadap segala bentuk penyimpangan.

Ia menjelaskan, prinsip penerimaan anggota Polri tetap berpedoman pada prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

“Polda Nusa Tenggara Timur tidak akan pernah menutup-nutupi segala bentuk penyimpangan yang mencederai rasa keadilan masyarakat,” tegas Kabidhumas.

 

Bid propam Ungkap Keterangan Lima Korban

Kabidpropam Polda NTT AKBP Muhammad Andra Wardhana menjelaskan bahwa Bidpropam telah melakukan pemeriksaan terhadap lima korban berinisial OLM, LP, LM, GUS, dan DA.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka menyerahkan sejumlah uang kepada terduga pelanggar setelah dijanjikan dapat memperoleh kuota khusus dalam proses penerimaan anggota Polri.

Namun, tidak satu pun korban yang menyatakan pernah melihat atau mendengar secara langsung adanya keterlibatan pejabat Polda NTT dalam praktik tersebut. Keyakinan para korban mengenai adanya jalur atau koneksi dengan pejabat di lingkungan SDM Polda NTT berasal dari pernyataan terduga pelanggar sendiri.

Aliran Dana Masuk ke Rekening Pribadi, Diduga untuk Judi Online

Dalam pemaparan hasil pemeriksaan, Bidpropam juga mengungkapkan adanya bukti rekening koran atas nama Bripka HRO. Aliran dana dari para korban masuk ke rekening pribadi terduga pelanggar, baik melalui transfer maupun penyerahan langsung.

Kabidpropam menegaskan, tidak ditemukan aliran dana kepada pejabat Polda NTT maupun kepada seseorang berinisial AN yang sebelumnya disebut dalam perkara tersebut.

Dana yang diterima terduga pelanggar digunakan untuk kepentingan pribadi dan digunakan untuk aktivitas judi online.

“Seluruh dana murni habis digunakan terduga untuk kepentingan pribadi, dalam hal ini sejauh ini yang bisa kita buktikan adalah digunakan untuk permainan judi online,” jelas AKBP Muhammad Andra Wardhana.

Tiga Anggota Lain Disebut dalam Pemeriksaan

Selain mengungkap aliran dana, Bidpropam juga menyampaikan adanya keterangan dan pengakuan terduga pelanggar mengenai keterlibatan tiga anggota lainnya dalam mencari calon korban. Ketiga anggota tersebut masing-masing berinisial Bripka OK, Aipda Y, dan Aipda YB.

Polda NTT Tegaskan Tidak Ada Keterlibatan Pejabat

Salah satu poin penting yang ditegaskan adalah hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan bukti keterlibatan pejabat Polda NTT dalam praktik yang dilakukan Bripka HRO. Tindakan tersebut merupakan perbuatan pribadi terduga pelanggar untuk mendapatkan keuntungan sendiri.

Menutup konferensi pers, Kombes Pol. Henry Novika Chandra kembali menegaskan komitmen Kapolda NTT Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K., untuk memastikan seluruh tahapan penerimaan anggota Polri berjalan sesuai prinsip BETAH.

Ia mengimbau masyarakat NTT agar tidak mudah percaya kepada pihak mana pun yang menjanjikan kelulusan melalui jalur khusus dengan imbalan uang.

“Seleksi Polri gratis, transparan, dan mengandalkan kemampuan diri sendiri,” tegasnya.

 

 

Pasang Iklan di Infozone - 5000+ pembaca

👆 Klik untuk Pasang Iklan - Mulai 5.000+ / hari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *