Tangerang, Infozone — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama 30 pemerintah daerah menandatangani komitmen percepatan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Penandatanganan NPHD dan BAST tanah dilakukan di Tangerang, Kamis (30/7/2026).
SNT adalah sekolah negeri yang mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu tata kelola. Sekolah ini tidak menggunakan asrama dan seluruh biaya pendidikan ditanggung negara alias gratis.
Langkah ini diambil untuk menjawab ketimpangan mutu pendidikan. Data Kemendikdasmen menyebut dari 7.288 kecamatan di Indonesia, hanya 263 kecamatan atau 4% yang memiliki SMP dan SMA negeri dengan mutu baik secara bersamaan.
30 Daerah Tahap Awal Sebanyak 16 kepala daerah menandatangani NPHD dan BAST, sementara 14 daerah lain menandatangani berita acara komitmen percepatan lahan. Total 30 daerah terlibat di tahap awal ini.
Beberapa daerah di antaranya: Sumba Tengah, Buton Tengah, Sigi, Gayo Lues, Aceh Jaya, Dharmasraya, Tulang Bawang, Karo, Purbalingga, Tanjung Jabung Timur, Jepara, Subulussalam, Tebo, Bangka Tengah, Sambas, dan Tasikmalaya.
Jadi Pusat Mutu & Katalisator Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyebut hibah tanah dari pemda adalah investasi jangka panjang.
“Di atas lahan ini akan dibangun pusat mutu pendidikan. Tidak hanya untuk murid SNT, tapi juga memperkuat kompetensi guru dan mendorong kemajuan sekolah-sekolah di sekitarnya. Ini wujud nyata gotong royong pusat dan daerah,” ujarnya.
Senada, Dirjen PAUD Dikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan SNT tidak akan berjalan sendiri. “SNT akan menjadi tempat tumbuh kembang murid dan guru sekaligus katalisator peningkatan mutu sekolah-sekolah di sekitarnya,” kata Gogot.
Target 500 SNT Hingga 2029Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan SNT di 37 kabupaten/kota. Sebanyak 17 lokasi ditargetkan mulai melayani siswa pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Ke depan, SNT akan menerapkan kurikulum nasional dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam berbasis STEAMS – Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, dan Sports. Sekolah juga dilengkapi fasilitas modern dan Teaching and Learning Center sebagai pusat pengembangan guru.
Target besarnya, pemerintah membangun 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029.
(Sumber: Siaran Pers Kemendikdasmen No. 657/sipers/A6/VII/2026)
——————–









