Felix.B. Koten Ajak Generasi Muda Rawat Identitas Lamaholot, Dalam Film Tatoo Tatoo Angkat Tradisi Tato Lewolema

LARANTUKA, INFOZONE | Tradisi tato Lewolema sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat Lamaholot di Flores Timur diangkat dalam pemutaran film dokumenter Tatoo Tatoo yang berlangsung di Larantuka Beach Homestay, Sabtu malam (17/10/2026).

Film berdurasi 21 menit tersebut mengajak penonton menelusuri tradisi tato Lewolema, termasuk latar belakang budaya dan kearifan lokal yang menyertainya. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama Felix B. Koten, pemerhati budaya sekaligus videomaker, sebagai pembicara utama.

Pemutaran film ini tidak sekadar menjadi ruang apresiasi terhadap karya dokumenter, tetapi juga membuka percakapan tentang pentingnya menjaga warisan leluhur di tengah perubahan zaman.

Sejumlah komunitas dan pemerhati budaya turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Komunitas Seni BSM, Titik Kumpul, Qiu Laskar Muda Lamanabi, serta para pemerhati budaya lainnya.

Dalam diskusi tersebut, Felix B. Koten menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam merawat, mendokumentasikan, dan meneruskan identitas budaya Lamaholot kepada generasi berikutnya.

Menurut Felix, pelestarian budaya tidak harus selalu dimulai melalui kegiatan besar. Langkah sederhana seperti mendokumentasikan tradisi, menulis kembali pengetahuan lokal, serta menyebarluaskan cerita dan nilai-nilai warisan leluhur dapat menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlangsungan budaya.

“Generasi muda tidak cukup hanya menjadi pewaris budaya, tetapi perlu mengambil bagian dalam menjaga dan meneruskannya. Minimal melalui pendokumentasian dan penulisan kembali, kita dapat membantu memastikan kekayaan budaya dan pengetahuan tradisional Lamaholot tetap dikenal generasi berikutnya,” pesan Felix.

Ia menekankan bahwa tradisi lokal menyimpan pengetahuan dan nilai yang perlu dipahami secara lebih mendalam. Karena itu, dokumentasi budaya menjadi salah satu cara untuk memastikan pengetahuan tersebut tidak terputus oleh perubahan sosial maupun perkembangan zaman.

Melalui film dokumenter Tatoo Tatoo, tradisi tato Lewolema dihadirkan sebagai bagian dari kekayaan budaya yang layak dikenal, dipelajari, dan diwariskan. Film ini sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk melihat kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang perlu dirawat bersama.

Diskusi yang menyertai pemutaran film juga menjadi kesempatan bagi komunitas seni dan pemerhati budaya untuk bertukar pandangan mengenai pentingnya pelestarian tradisi lokal melalui media audiovisual dan tulisan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap kekayaan budaya Lamaholot, khususnya tradisi yang tumbuh dan berkembang di wilayah Lewolema, Kabupaten Flores Timur.

Lebih dari sekadar tontonan, pemutaran Tatoo Tatoo menjadi pengingat bahwa keberlanjutan identitas budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Komunitas seni, pembuat film, pemerhati budaya, dan generasi muda memiliki ruang masing-masing untuk menjaga agar pengetahuan lokal tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

Dengan demikian, mendokumentasikan budaya bukan hanya upaya merekam masa lalu, tetapi juga langkah penting untuk menjaga identitas Lamaholot agar tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.(*RS/Tim)

Pasang Iklan di Infozone - 5000+ pembaca

👆 Klik untuk Pasang Iklan - Mulai 5.000+ / hari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *