WAMENA, INFOZONE – Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin mencatat sebanyak 29 orang meninggal dunia akibat gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Provinsi Papua Pegunungan sejak Januari hingga September 2026.
Hal tersebut disampaikan Patrige dalam rapat koordinasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan di Wamena, Rabu (23/09/2026).
“Selama periode tersebut tercatat 76 aksi penembakan, pembakaran, kontak tembak, penganiayaan, pemalangan, penyanderaan, pengancaman dan perampasan senjata api yang dilakukan KKB,” kata Patrige.
Dari 29 korban meninggal dunia, sebanyak 25 orang merupakan warga sipil, sementara anggota TNI dan Polri masing-masing tercatat dua orang.
Patrige mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi, jumlah gangguan keamanan di Provinsi Papua Pegunungan pada periode yang sama mencapai 642 kasus.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama, terutama dalam upaya meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan di Papua Pegunungan.
Untuk menangani berbagai gangguan kamtibmas tersebut, Patrige menegaskan diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Polda Papua bersama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 terus melakukan penegakan hukum secara tegas, profesional, dan terukur dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis melalui program Binmas Noken.
“Penanganan persoalan keamanan tidak dapat dilakukan sendiri oleh aparat, tetapi diperlukan kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” katanya.
Selain penegakan hukum, Polda Papua bersama pemangku kepentingan akan memperkuat pengamanan dan patroli di sejumlah jalur yang dinilai rawan. Jalur tersebut antara lain Wamena–Tolikara, Wamena–Yalimo, Wamena–Lanny Jaya, dan Wamena–Nduga
“Polda Papua dan Pemprov Papua Pegunungan berkomitmen memperkuat koordinasi serta menyusun langkah penanganan secara bersama dengan mengedepankan perlindungan masyarakat, penegakan hukum dan pendekatan humanis guna mendukung terciptanya keamanan, kedamaian dan keberlangsungan pelayanan publik di Papua Pegunungan,” kata Patrige.
Sementara itu, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo mengatakan penanganan kasus kriminal yang dilakukan aparat penegak hukum telah sesuai prosedur dan SOP.
“Kita tidak boleh menutup mata terhadap dinamika keamanan saat ini karena sudah banyak korban jatuh, bukan hanya dari aparat, tetapi juga masyarakat sipil yang tidak memegang senjata dan ini adalah tragedi kemanusiaan yang luar biasa,” kata John Tabo.
Rakor kamtibmas tersebut dihadiri para bupati dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan, yakni Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Lanny Jaya, Tolikara, Yalimo, Pegunungan Bintang, Nduga, dan Yahukimo.
Sumber: Tribratanews.polri.go.id – Divisi Humas Polri | 24 September 2026 – 13:10 WIB | Rakor Kamtibmas di Wamena








