LAMPUNG SELATAN, INFOZONE – Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, berhenti pada Minggu (6/9/2026) dini hari pukul 00.04 WIB.
Meski erupsi berhenti, aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih terekam hingga pagi.
Berdasarkan laporan MAGMA-VAR PVMBG Kementerian ESDM, periode pukul 00.00-06.00 WIB tercatat:
1. 1 kali gempa letusan amplitudo 46 mm durasi 30 detik
2. 2 kali gempa hembusan
3. 14 kali gempa low frequency
4. 9 kali gempa hybrid/fase banyak
5. 1 kali gempa vulkanik dangkal
6. Tremor menerus amplitudo 8-45 mm, dominan 15 mm
Kondisi visual tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati dan CCTV tidak aktif. Cuaca berawan-mendung, suhu 26-27°C, kelembapan 78-80%.
PVMBG menetapkan status Gunung Anak Krakatau masih Level III atau Siaga.
Masyarakat, wisatawan, nelayan dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan kepolisian terus melakukan pemantauan dan patroli di kawasan perairan GAK.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengingatkan nelayan maupun wisatawan agar tidak memaksakan diri mendekati Anak Krakatau dan mematuhi radius aman,” ujar Yuni.
Selain erupsi susulan, paparan abu vulkanik juga jadi perhatian. Abu bisa ganggu kesehatan terutama anak, lansia dan penderita gangguan pernapasan.
Imbauan Polda Lampung:
1. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan
2. Tutup pintu, jendela dan ventilasi saat hujan abu
3. Lindungi makanan dan sumber air dari abu
4. Pengendara hati-hati, abu bikin jalan licin dan jarak pandang pendek
5. Ikuti info resmi dari pemerintah dan instansi terkait. Jangan panik
Sumber : Divisi Humas Polri | 7 September 2026, 11:14 WIB








