Pekanbaru, Infozone – Bencana kabut asap mulai mendera kabupaten kota di propinsi Riau. Bahkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mengeluarkan Surat Edaran Kepada sekolah. Hari ini senin, sekolah di pekanbaru dijalankan secara daring.
Hal itu memantik tanggapan pakar lingkungan hidup Dr Elviriadi, disela sela kesibukannya.
“Pagi ini kabut tipis mulai kelihatan. Ini lah akibat membiarkan kejahatan lingkungan terhadap yang kuat. Bukannya dihukum, malah dipuja laksana pahlawan, ” ujar Alumni UKM Malaysia itu senin (24/6/26).
Hadiah Hari kemerdekaan Malaysia adalah jerebu. Hadiah daripada Prabowo Subianto . Presiden indon
Akademisi yang kerap jadi ahli dipengadilan itu menilai tata kelola kehutanan masih pro kapitalis.
“Karena sangat maniaks kapitalis, maka areal gambut yang dilarang ekspoitasi oleh negara, tetap diberi izin negara. Ini kan standard ganda! “Tegasnya.
Akibat dari eksploitasi gambut yang diluar akal waras, maka Riau Sumatera dan Kalimantan rentan terbakar. Ini lah kita yang kita nikmati di Riau ini, “sindirnya.
Kepala Departemen Restorasi Gambut Mangrove Majelis Nasional KAHMI itu menilai kebijakan Indonesia merugikan negara tetangga.
“Akibat sikap ceroboh dan mata duitan, asap membumbung hingga ke malaysia dan Singapura. Sudah begitu, tetap pura pura tidak tahu. Korporasi perusak hutan gambut dan Karhutla tetap dipuja laksana manusia setengah dewa. Tunggu lah ngamuk negara tetangga. Accchhh payah. Penjahat dikasi karpet merah, rakyat kecik terima padah. Pepurak tau tau menau pulak. Lelamo temakol pun meloncat ke pangkuan cukong gambut. Haaayyyyyaaa…ini apa binatang masuk gua punya celanaaa. Guuaaa gelliiiii…”pungkas putra Meranti yang ikhlas gundul pacul demi hutan Tropis.***
Editor: Redaksi








