Foto : Ilustrasi
JAKARTA, INFOZONE – Melihat bayi sering gumoh bikin banyak orang tua khawatir. Padahal sebagian besar kasus gumoh pada bayi adalah hal yang wajar dan tidak berbahaya.
Gumoh adalah keluarnya ASI atau susu formula dari mulut bayi dalam jumlah kecil setelah menyusu. Kuncinya adalah mengenali penyebabnya agar bisa ditangani dengan tepat.
Berikut 5 penyebab utama bayi sering gumoh:
1. Ukuran Lambung Masih Kecil
Di bulan-bulan pertama, lambung bayi hanya sebesar kelereng. Kapasitasnya masih sedikit.
Jika minum susu terlalu banyak dalam sekali waktu, tekanan di lambung naik dan susu akan “naik” lagi ke mulut.
Solusi : Beri ASI dengan porsi kecil tapi lebih sering.
2. Katup Lambung Belum Kuat
Ada otot “katup” antara kerongkongan dan lambung yang berfungsi menahan susu agar tidak kembali naik.
Pada bayi baru lahir otot ini belum sempurna. Makanya susu gampang naik, apalagi setelah batuk, nangis, atau banyak bergerak.
Kabar baik : Kondisi ini akan membaik seiring bertambahnya usia bayi.
3. Minum Susu Terlalu Banyak & Terlalu Cepat
Lambung cepat penuh membuat tekanan naik dan susu tumpah keluar. Ini sering terjadi jika bayi langsung diberi botol atau PD setiap menangis, padahal belum tentu lapar.
Solusi : Atur jeda menyusu. Jangan dipaksa habis jika bayi sudah kenyang.
4. Posisi Menyusu Kurang Tepat
Jika kepala bayi sejajar atau lebih rendah dari perut, gravitasi justru “membantu” susu naik lagi. Contohnya menyusui sambil tiduran tanpa ganjalan.
Solusi : Posisikan kepala bayi lebih tinggi dari perut saat menyusu.
5. Banyak Menelan Udara
Udara masuk saat pelekatan ke PD kurang pas, lubang dot terlalu besar, atau bayi minum terlalu lahap.
Udara yang terkumpul di lambung akan mendorong susu keluar saat bayi sendawa.
Solusi : Pastikan pelekatan benar dan jangan lupa sendawakan bayi setelah menyusu.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika gumoh disertai muntah menyemprot, berat badan tidak naik, bayi rewel terus, atau ada darah pada gumoh, segera konsultasikan ke dokter anak.
(sy/hn/rs – Sumber : http://Tribratanews.polri.go.id)









