PEKANBARU, Infozone – Kebijakan UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang mewajibkan mahasiswa baru mengikuti tes Napza dengan biaya mandiri mendapat sorotan.
Kebijakan ini dinilai menambah beban finansial mahasiswa dan perlu segera dievaluasi agar lebih berpihak.
Kritik disampaikan oleh Muhsinuddin, perwakilan mahasiswa. Ia mengakui upaya pencegahan narkotika penting, namun cara pelaksanaannya perlu dikaji ulang.
“Jika ini kebijakan kampus, maka pembiayaan seharusnya juga menjadi tanggung jawab institusi,” ujarnya.
Menurutnya, pencegahan narkoba tidak cukup hanya dengan tes administratif. Perlu ada pendekatan yang lebih komprehensif seperti edukasi berkelanjutan dan pembinaan di lingkungan kampus.
Muhsinuddin juga menyoroti 3 poin krusial:
- Kurang Transparansi : Belum ada penjelasan rinci soal besaran tarif dan mekanisme pelaksanaan tes.
- Lokasi Terpusat : Tes yang hanya dilakukan di klinik internal kampus dinilai tidak efisien, terutama bagi mahasiswa dari luar daerah.
- Potensi Komersialisasi : Kewajiban tes di klinik internal kampus berpotensi menimbulkan dugaan komersialisasi jika tidak dijelaskan secara terbuka.
Ia mendorong pihak kampus memberikan opsi agar mahasiswa bisa tes di fasilitas kesehatan resmi di daerah masing-masing.
Selain itu, ia berharap UIN Suska membuka ruang dialog dengan mahasiswa agar kebijakan yang dibuat benar-benar mencerminkan kondisi riil mahasiswa.
“Upaya preventif tidak cukup hanya melalui tes. Harus dibarengi pembinaan dan pengawasan yang konsisten. Kebijakan harus adil, transparan, dan berpihak pada mahasiswa,” tegasnya.***
Catatan Redaksi : Untuk keberimbangan berita ini, media ini terbuka untuk memberikan hak jawab kepada pihak pihak yang disebutkan sebagaimana diatur dalam UU Pers.









