Jadwal Pesawat Wings Air Tujuan Kupang -Larantuka Dibatalkan,Erupsi Dua Gunung Api Ganggu Penerbangan

InfoZone,-Kupang | Aktivitas erupsi dua gunung api di Nusa Tenggara Timur berdampak pada operasional penerbangan rute Kupang–Larantuka. Dua jadwal penerbangan Wings Air pada Sabtu (11/7/2026) resmi dibatalkan setelah sebelumnya mengalami penundaan (delay).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di Bandara El Tari Kupang, penerbangan pertama yang dijadwalkan berangkat pukul 09.25 Wita sempat mengalami penundaan selama kurang lebih dua jam. Para penumpang kemudian berharap penerbangan tersebut akan digabung atau dipindahkan ke jadwal berikutnya pada pukul 11.00 Wita.

Bacaan Lainnya

Namun, harapan itu pupus setelah pihak maskapai mengumumkan bahwa kedua penerbangan tujuan Kupang–Larantuka, masing-masing pukul 09.25 Wita dan 11.00 Wita, resmi dibatalkan.

Salah seorang penumpang mengaku kecewa karena telah menunggu cukup lama di bandara sebelum menerima pengumuman pembatalan.

“Kami menunggu sejak pagi. Awalnya penerbangan hanya delay sekitar dua jam. Kami pikir akan dipindahkan ke penerbangan pukul 11.00, tetapi ternyata kedua jadwal itu sama-sama dibatalkan,” ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini para penumpang masih menunggu kepastian dari pihak maskapai terkait jadwal penerbangan pengganti maupun proses penjadwalan ulang (reschedule).

“Kami masih menunggu informasi kapan kami bisa diterbangkan ke Larantuka. Sampai sekarang belum ada kepastian mengenai jadwal pengganti,” tambahnya.

Pihak Wings Air memberikan keterangan resmi terkait mekanisme pemindahan jadwal maupun waktu keberangkatan pengganti bagi para penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan sudah di sampaikan pihak maskapai saat melakukan cek in perpindahan karena pembatalan,sehingga penerbangan hari ini di geser ke Selasa 14 juli 2026

Informasi yang diperoleh menyebutkan, pembatalan penerbangan tersebut dilakukan sebagai dampak aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata dan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur. Erupsi kedua gunung api tersebut menyebabkan sebaran abu vulkanik yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan, sehingga operasional sejumlah rute udara di wilayah Nusa Tenggara Timur terpaksa dihentikan sementara.

RS InfoZone Melaporkan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *