WASHINGTON, Infozone – AS dan Iran menyelesaikan 2 hari perundingan di Swiss, Senin 22/6/2026. Hari pertama hasilkan roadmap 60 hari menuju kesepakatan lebih luas untuk akhiri konflik.
Wakil Presiden JD Vance sebut Iran setuju izinkan inspektur IAEA masuk. AS juga cabut sementara sanksi minyak Iran 60 hari.
3 Capaian Utama Perundingan Swiss
Negosiator AS dan Iran tutup pembicaraan di Swiss Senin 22/6/2026. Wapres JD Vance sebut 3 capaian:
1. Iran setuju undang inspektur IAEA kembali ke situs pengayaan uranium. “Itu tonggak besar bagi rakyat Amerika,” kata Vance.
2. Mekanisme jaga Selat Hormuz tetap terbuka, cegah insiden melebar jadi konflik regional.
3. Jalur komunikasi cepat antara AS, Israel, Lebanon, Hizbullah untuk redam eskalasi.
Mediator Qatar dan Pakistan sebut ada “kemajuan menggembirakan”. Pembicaraan teknis lanjut pekan ini.
AS Cabut Sementara Sanksi Minyak Iran 60 Hari
Menkeu AS Scott Bessent umumkan lisensi umum 60 hari berlaku sampai 21 Agustus. Lisensi izinkan produksi, pengiriman, penjualan minyak mentah dan petrokimia Iran.
“In line with talks in Switzerland, Iran committed to free transit in Strait of Hormuz and permit IAEA inspectors,” tulis Bessent di X.
Catatan: Lisensi larang pembeli dari Korut, Kuba, dan Krimea Ukraina.
Presiden Donald Trump via medsos: “Iran must agree to Major Weapons Inspections for Nuclear Honesty long into the future.”
Rubio ke Teluk, Netanyahu Tetap Siaga Lebanon
Menlu Marco Rubio ke UEA, Kuwait, Bahrain 23-25 Juni untuk bahas MOU baru dengan Iran dan keamanan Selat Hormuz. Rubio juga akan temui GCC.
Sementara PM Israel Netanyahu tegaskan IDF tetap punya “kebebasan penuh” serang ancaman di Lebanon Selatan dan bertahan di zona keamanan “selama diperlukan”. Vance bilang mekanisme dekonfliksi baru akan bantu komunikasi Israel-Lebanon-Hizbullah saat tensi tinggi.
Sumber: FOX News, Stephen Sorace & Landon Mion, Update 22/6/2026 13:49 EDT
Editor: [Redaksi Infozone Internasional] | logopreferred









