Jakarta, Infozine – Buat kamu yang tiap hari naik motor, wajib baca ini. Korlantas Polri kembali ingatkan: helm itu bukan aksesoris, tapi tameng nyawa. Dan helm yang dipakai harus ber-SNI, bukan helm proyek, helm sepeda, atau helm “ala Thailand” abal-abal.
Kenapa SNI wajib? Karena label itu bukti helm udah lolos uji ketat BSN. Mulai dari uji benturan, uji penetrasi benda tajam, sampai uji kekuatan tali pengikat. Helm nggak SNI = resiko fatal pas kecelakaan.
Aturannya Tegas, Sanksi Nggak Main-main
Kewajiban pakai helm SNI udah diatur di UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ:
Pasal 106 Ayat (8): Pengemudi + penumpang motor wajib pakai helm SNI.
Pasal 291 Ayat (1): Pengemudi nggak pakai helm SNI → pidana kurungan max 1 bulan atau denda max Rp250.000.
Pasal 291 Ayat (2): Pengemudi yang boncengin orang nggak pakai helm → kena juga. Kurungan 1 bulan/denda Rp250.000. Jadi tanggung jawabmu double: lindungi diri sendiri + penumpang.
Kesalahan Fatal yang Sering Dilakuin
Pakai helm SNI tapi talinya nggak dikunci? Sama aja bohong. Pas benturan, helm langsung lepas sebelum kepala nyentuh aspal.
Pesan Korlantas: Selalu kaitkan tali helm sampai bunyi “Klik!” sebelum mesin dinyalakan.
Helm bukan buat ngindarin ETLE atau polantas. Helm itu buat ngelindungin kamu pulang ke rumah, ketemu keluarga. Berangkat aman, pulang selamat.
Sumber : Humas Polri go id









