Anselmus Akui Satu Pimpinan OPD Kumpul 500 Ribu, Setor Ke BKKBN Dukung Genting Flotim, Beli Telur Ayam Milik  Disbunter Di Lamatutu

InfoZone,-Larantuka | Tingginya angka prevalensi Stunting di Flotim yang mencapai 18 persen lebih, membuat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) harus bergerak cepat intervensi melalui salah satu program andalan yakni Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting (GENTING), dengan menyurati Pimpinan OPD selaku orang tua asuh untuk memberi sumbangan sukarela Rp500 ribu per orang, guna membeli telur ayam yang dibagikan kepada anak stunting.

Telur ayam ini nantinya dibagikan kepada anak stunting di Desa Lamatutu Kecamatan Tanjung Bunga sebagai penyumbang anak stunting tertinggi di Flotim, yakni 35 persen, dengan jumlah anak sebanyak 31 orang,”demikian penegasan Kepala BKKBN Flotim, Anselmus Yohanes Maryanto, S.Sos kepada Wartawan di ruang kerjanya, Jumat 29 Mei 2026.

Menurutnya, langkah ini diambil sebagai salah satu bentuk dukungan langsung dan stimulus dari pimpinan OPD kepada anak stunting di Desa Lamatutu sebagai desa penyumbang stunting tertinggi di Flotim, di tengah kesulitan anggaran BKKBN.

Kami telah rapat bersama dengan Pak Sekda Flotim dan keputusan sudah di ambil bersama,”Urai Anselmus.

“Jadi, untuk tahap pertama ini dimulai dari 20 Pimpinan OPD dulu.

Setelah itu baru ke kalangan lainnya seperti Camat, Pengusaha dan siapapun yang peduli.

Uang Rp500 ribu per Pimpinan OPD ini untuk beli Telur Ayam selama 2 bulan.

Satu orang anak stunting mendapatkan 4 papan telur ayam selama sebulan seharga kurang lebih Rp250 ribu, dengan hitungan satu hari 3 butir telur ayam.Jadi uang Rp500 ribu itu untuk dukung program GENTING selama 2 bulan, “terang Anselmus Maryanto.

la juga mengaku, beberapa Pimpinan OPD telah setor uangnya ke BKKBN Flotim.

“Uang ini dipakai beli Telur Ayam milik Disbunter di Desa Lamatutu.

Kalau ada yang tidak mau setor juga tidak ada masalah. Namanya juga sukarela, “ujarnya, lagi.

Meski sifatnya sukarela, program GENTING ini mendapat dukungan penuh, dimana 20 Pimpinan OPD sudah setor.

Ditanya Wartawan apakah pimpinan OPD hanya setor sekali atau beberapa kali? Maryanto menegaskan, hanya sekali saja.

“Karena fokus hanya untuk Desa Lamatutu dan 2 bulan saja, maka setiap pimpinan OPD hanya sekali saja setor Rp500 ribu.

Jadi, kali ini mulai dari 20 Pimpinan OPD dulu untuk 2 bulan makan anak stunting di Desa Lamatutu.

Nanti untuk desa lainnya yang angka prosentase stuntingnya tinggi menjadi jatahnya Pimpinan OPD lainnya yang belum kebagian jatahnya.

Seterusnya hingga Camat, Pengusaha maupun pihak lain yang peduli bisa menjadi orang tua asuh,”katanya, tersenyum.

Maryanto lebih lanjut mengatakan, uang yang dikumpulkan itu hanya untuk membeli telur ayam, karena telur ayam itu lebih cepat untuk membantu asupan gizi anak stunting.

“Waktu launching Program Genting ini masih dikoordinasikan dengan Tenaga Kesehatan gizi, karena harus melalui pemeriksaan dokter terlebih dahulu sebelum dikasih makan Telur Ayam.

Mudah-mudahan dalam bulan Juni 2026 sudah dilaunching program Genting Flotim ini,”pungkasnya.

Terpisah, beberapa Kepala OPD yang sempat ditemui Wartawan, Jumat 29 Mei 2026 pagi mengaku telah menyetor uang Rp500 ribu tersebut ke BKKBN untuk bantu anak stunting.

Hanya saja, apakah uang itu diambil dari kantong pribadi atau potong anggaran OPD, tak disampaikan secara tegas dan terbuka.

“Saya sudah setor Ade, tapi jangan tulis nama Saya di Media yah. Tolong jaga. Ini sukarela jadi tidak perlu ditulis nama jelas,”sebut seorang Pejabat saat ditemui Wartawan di Kantornya, Jumat 29 mei 2026.

Hal yang sama diungkapkan Kepala BKKBN Flotim Anselmus Yohanes Maryanto.

“Kami punya juga kumpul. Uang ini nanti dikasih ke Disbunter Flotim untuk beli Telur Ayam milik Disbunter di Desa Lamatutu,”katanya.

Meskipun, saat ditanya Wartawan apakah sudah pernah lihat peternakan ayam petelur milik Disbunter di Desa Lamatutu, Anselmus Maryanto sendiri mengaku belum pernah lihat peternakan ayam petelur tersebut.

Maryanto juga menerangkan bahwa program kumpul dana Rp500 ribu per Pimpinan OPD ini tanpa Surat Keputusan Bupati Flotim.

“Ini semacam gerakan sukarela Pimpinan OPD untuk membantu menekan tingginya angka prevalensi Stunting di Flotim yang meningkat hingga diatas 2 ribuan anak.

la berharap, gerakan awal ini berjalan sukses supaya bisa mendorong Anggota DPRD, Para Camat, Pengusaha dan siapapun yang mau terlibat sebagai orang asuh anak stunting di Flotim bisa terlibat.

(*RS InfoZone Melaporkan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *